Pencurian Sragen: 30 Menit Rumah Kosong, Rp102 Juta Melayang

Ilustrasi pencurian. (Solopos/Whisnu Paksa)
29 Juli 2018 16:16 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Tim Polsek Gondang bersama Tim Reserse Mobile (Resmob) Saturan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen masih memburu pelaku pencurian  yang menyikat uang dan perhiasan senilai total Rp102 juta milik juragan pupuk, Sunaryo, warga Dukuh Gomblean RT 013, Desa Tegalrejo, Gondang, Sragen, Jumat (27/7/2018) siang.

Pelaku diduga lebih dari satu orang dan mereka hanya beraksi selama 30 menit di siang bolong. Penjelasan itu disampaikan Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Gondang AKP Suhardi saat dihubungi Solopos.com, Minggu (29/7/2018).

Tokopedia

Suhardi melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk memburu pencuri  tersebut. Dia melakukan upaya represif lewat koordinasi dengan Tim Resmob Satreskrim Polres Sragen dan polsek tetangga, yakni Polsek Sambirejo dan Ngrampal.

Selain itu, Suhardi juga melakukan upaya preventif dengan imbauan kepada masyarakat untuk antisipasi terhadap tindakan pencurian lewat penyuluhan.

“Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan. Kalau rumah kosong pastikan pintu dan jendela terkunci rapat dan dititipkan kepada tetangga. Untuk pencegahan jendela supaya dipasangi teralis,” ujar Suhardi.

Dia menjelaskan pelaku diduga lebih dari satu orang. Dia memperkirakan aksi pencurian itu terjadi pada pukul 09.00 WIB sampai 09.30 WIB. Pencuri memasuki rumah dengan mencongkel jendela belakang rumah.

“Belakang rumah korban itu merupakan persawahan sehingga aksi pencurian  siang hari itu tak diketahui warga sekitar. Kecurigaan awal memang ada orang yang mengetuk pintu rumah korban. Kemudian ada orang yang memberi tahu rumah dalam kondisi kosong,” ujarnya.

Peristiwa pencurian itu baru diketahui setelah korban pulang dan mengetahui kamarnya acak-acakan. Uang senilai Rp90 juta di dalam termos juga raib beserta perhiasan seberat puluhan gram senilai Rp12 juta.

“Penyimpanan uang dalam jumlah besar mestinya dititipkan di bank atau di brankas yang aman, bukan di termos. Dengan kejadian ini, warga sekitar diharapkan bisa mengambil pelajaran supaya lebih berhati-hati,” tambahnya.