Solopos Hari Ini: Potensi 4 Kejutan Pilpres

Harian Umum Solopos edisi Senin (30/7 - 2018).
30 Juli 2018 11:00 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Empat kejutan berpotensi muncul menjelang dan saat masa pendaftaran calon presiden (capres)-calon wakil presiden (cawapres) pada 4-10 Agustus mendatang. Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menyatakan kejutan yang muncul bisa mengubah konstelasi politik yaitu putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait uji materi ambang batas partai politik (parpol) atau gabungan parpol mengajukan capres-cawapres.

"Apabila MK mengabulkan judicial review syarat pencalonan presidential threshold, ini menjadi menarik," ucap dia di Jakarta, Minggu (29/7/2018). Saat ini ambang batas partai/gabungan partai mengajukan capres-cawapres adalah 20% kursi DPR atau 25% suara sah nasional Pemilu 2014.

Bila aturan itu digugurkan, kemungkinan akan muncul calon lain dari yang saat ini mengerucut ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

Kabar dinamika politik menjelang Pilpres 2019 mendatang tersebut menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (30/7/2018). Berita tersebut bisa disimak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Selain kabar dinamika politik, berita tentang sepak bola juga ada yang menjadi salah satu headline pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Preview pertandingan Liga 2 antara Persis Solo dan Persita Tangerang menjadi sorotan utama di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Berburu Kado Keren buat Sang Kapten

Persis Solo akan menjamu Persita Tangerang, Senin (30/7) sore (disiarkan langsung TV One), dalam dua suasana berbeda. Pertama, Persis Solo meladeni Persita bukan di Kota Bengawan, melainkan di Madiun, tepatnya di Stadion Wilis.

Kedua, Persis Solo akan melawan Persita tak sekadar ingin meraih poin penuh, melainkan juga berburu kado keren yaitu kemenangan bagi sang kapten, M. Wahyu, yang dipastikan pindah ke PSIS Semarang.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya, masalah kesehatan mental di salah satu desa di Wonogiri menjadi sorotan utama. Perayaan HUT Klaten juga tak kalah menarik untuk disimak pada halaman Soloraya di Harian Umum Solopos edisi hari ini, Senin (30/7/2018).

21 Warga Keloran Alami Kasus Mental

Sebanyak 21 warga Desa Keloran, Selogiri, Wonogiri mengalami retardasi atau keterbelakangan mental dan menderita sakit jiwa. Bahkan, tujuh orang di antaranya dari satu keluarga.

Belum diketahui secara pasti penyebab kondisi ini. Keterbelakangan mental atau retardasi mental (RM) adalah keadaan bercirikan fungsi kecerdasan umum di bawah rata-rata. Kondisi itu disertai dengan berkurangnya kemampuan untuk menyesuaikan diri yang timbul sebelum usia 18 tahun.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Gambyong Kolosal Tak Cukup Setahun Sekali

Dari panggung, Tejo Sulistyo, penata tari, memberikan instruksi kepada seribu penari di alun-alun Klaten. Mereka diminta berjalan, berbaris, dan memberi hormat kepada para penonton dengan benar dan rampak.

"Ayo cepat, cepat! Yang datang terlambat segera menyesuaikan. Kasihan temannya yang sedari tadi menunggu," perintah Tejo disusul sekelompok penari bergegas ke barisan belakang.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.