Parpol Sragen Pasang Target Peroleh Kursi DPRD Pemilu 2019

Ilustrasi aktivitas distribusi surat suara logistik pemilu. (Bisnis/Rachman)
30 Juli 2018 04:00 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN--Sejumlah partai politik (parpol) di Kabupaten Sragen mulai pasang kuda-kuda dan merekrut kader untuk dijadikan calon anggota legislatif (caleg) untuk menyambut Pemilu 2019. Mereka berani memasang target banyak kursi dengan strategi pemenangan yang bervariatif.

Empat parpol yang kini duduk di kursi pimpinan DPRD memasang target tinggi untuk bertahan sebagai pimpinan DPRD. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memasang target 17 kursi dari 11 kursi yang dimiliki sekarang atau meningkat 6 kursi. Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berani memasang target 12 kursi atau setiap daerah pemilihan (dapil) ditarget 2 kursi. Padahal sekarang Golkar memiliki 8 kursi dan PKS hanya 6 kursi. Sementara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memasang target realistis 9 kursi dari 7 kursi yang dimilikinya.

Sementara Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang kini mengantongi 5 kursi berspekulasi menargetkan 8 kursi pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 nanti atau naik 3 kursi. Partai Amanat Nasional (PAN) dengan 3 kursi sekarang ditarget bisa mendapat 6 kursi di 2019. Kemudian Partai Demokrat dengan 3 kursi sekarang optimistis bisa mendapat 9 kursi di 2019. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang masing-masing memiliki 1 kursi di DPRD Sragen belum menyampaikan rencana target mereka di 2019.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDIP Sragen, Poniman, mengungkapkan PDIP akan memunculkan figur baru yang potensial untuk mencapai target 6 kursi tersebut. Dia menjelaskan targetnya empat dapil (Dapil I, II, III, IV) bisa bertambah masing-masing 1 kursi, kemudian dapil VI bisa bertambah 2 kursi, dan hanya dapil V yang bertahan di 2 kursi.

“Nanti di dapil VI ini ada istrinya Mas Bowo [Ketua DPC PDIP Sragen Untung Wibowo Sukowati] yang maju. Sekarang PDIP sudah fixed memiliki 45 caleg dan sudah menjalani psikotes. Setelah itu tinggal digulirkan ke KPU [Komisi Pemilihan Umum],” ujarnya saat dihubungi Solopos.com, Sabtu (23/6/2018).

Penambahan angka 4 kursi di Partai Golkar berada di dapil II, III, IV, dan V, sedangkan dapil I dan VI masih bertahan di 2 kursi. Penambahan PKB sebanyak dua kursi itu berada di dapil II (Gemolong, Plupuh, Kalijambe) dan dapil III (Tanon, Miri, Sumberlawang).  Ketua DPC PKB Sragen Mukafi Fadli menyatakan dua kursi di dapil IV (Mondokan, Sukodono, Gesi, Tangen, Jenar) optimis bertahan, yakni Muslim dan Anshori. “Selain itu, kami masih berharap Gus Bombong di dapil V masih tetap maju lagi lewat PKB,” katanya.

Penambahan 100% kursi PKS optimistis akan dicapai di hampir semua dapil kecuali dapil IV yang bertahan di 2 kursi. Ketua Bapilu DPD PKS Sragen, Hartanto, saat ditemui Solopos.com di DPD PKS Sragen, Sabtu siang, menyampaikan dari 6 dapil yang ada PKS belum memiliki kursi di dapil II.

“Pada Pileg 2019 nanti, kami optimistis bisa mendapatkan 2 kursi di dapil tersebut. Kami sudah menyiapkan kader-kader terbaik untuk bertarung di pileg nanti,” tuturnya.

Ketua DPC Partai Demokrat Sragen, Budiono Rahmadi, pun bakal terjun sebagai caleg agar Demokrat mampu mencapai target 9 kursi. Budiono bakal maju lewat dapil yang paling panas, yakni di dapil V (Gondang, Sambungmacan, Sambirejo).

Ketua DPD PAN Sragen, Basuki, sudah memperhitungkan peluang untuk menaikan kursi menjadi 6 kursi. Dia menyampaikan tambahan 3 kursi baru PAN berada di dapil III, IV, dan V. Dia optimistis tambahan kursi itu bisa tercapai terutama di dapil III yang hanya selisih 200-an suara dan di dapil IV hanya selisih enam suara dengan PKS pada Pileg 2014 lalu.

Tokopedia