Pembuang Bayi Gagaksipat Lahirkan Sendiri dan Sempat Potret Bayinya

Kapolres Boyolali AKBP Aries Andhi menanyai Erna Fatmawati, 19, warga Dusun Mandungan, Desa Kenteng, Nogosari, pembuang bayi di Gagaksipat, Kamis (30/7 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
30 Juli 2018 13:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Mahasiswi  asal Dusun Mandungan, Desa Kenteng, Kecamatan Nogosari, Boyolali, Erna Fatmawati, 19, mengaku melahirkan sendiri bayinya tanpa bantuan siapa pun.

Erna juga sempat memakaikan jilbab kepada bayinya sesaat setelah dilahirkan dan memotretnya sebelum membuangnya di pinggir jalan Dukuh Gagaksipat, Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Kamis (26/7/2018).

Kepada wartawan saat konferensi pers di Mapolres Boyolali, Senin (30/7/2018), Erna mengaku sebelum melahirkan dia merasakan perutnya mengalami kontraksi dan sempat memeriksakannya ke salah satu pusat pelayanan kesehatan.

Sepulang dari pusat pelayanan kesehatan itu, dia kemudian melahirkan sendiri tanpa bantuan siapa pun meski ibunya saat itu berada di rumah.

“Saya melahirkan sendiri. Prosesnya dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Saya sempat mengirim WA [pesan Whatsapp] kepada pacar saya, tetapi baru terbaca paginya,” kata dia.

Karena Erna tidak tahu cara memperlakukan bayi baru lahir  itu dengan baik, bayi itu meninggal dunia. Dia mengaku sempat memakaikan jilbab kepada sang bayi dan mengabadikannya dengan kamera ponsel.

Keesokan harinya, sambil berangkat kuliah pukul 08.30 WIB dia meletakkan bayi itu di pinggir jalan agar segera ditemukan orang dan dikuburkan dengan layak.

Sebelumnya diberitakan, bayi baru lahir ditemukan tergeletak di tepi jalan Dukuh Gagaksipat, Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Kamis (26/7/2018). Bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan sudah tak lagi bernyawa.

Kapolsek Ngemplak, AKP Subiyati, menjelaskan bayi tersebut ditemukan warga siang hari sekitar pukul 11.00 WIB di tepi jalan menuju Balai Desa Gagaksipat. Saat ditemukan, bayi berada di dalam kardus dan terbungkus kresek hitam.

Mahasiswi perguruan tinggi swasta di kawasan Sekarpace, Jebres, Solo, ini ditangkap aparat Polres Boyolali sehari kemudian atau Jumat (27/7/2018) di rumahnya.