Bayi Dibawa ke Kampus Sebelum Dibuang di Gagaksipat Boyolali

Polisi memeriksa bungkusan kardus dan plastik berisi bayi yang dibuang di Gagaksipat, Boyolali, Rabu (25/7 - 2018). (Istimewa/Polres Boyolali)
30 Juli 2018 15:15 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Erna Fatmawati, 19, mahasiswi yang membuang bayinya  di pinggir jalan menuju Balai Desa Gagaksipat, Kecamatan Ngemplak, Boyolali, sempat membawa bayi yang baru dilahirkannya ke kampus sebelum membuangnya, Rabu (25/7/2018) lalu.

Malam sebelumnya, setelah melahirkan bayi itu seorang diri, Erna juga sempat memakaikan jilbab dan memotret bayi itu menggunakan kamera ponsel. Ia kemudian menimang-nimangnya hingga larut malam.

Tokopedia

Keesokan paginya, Rabu, ia membungkus bayi yang sudah tak bernyawa itu menggunakan kardus dan memasukkannya ke kantong plastik warna hitam. Erna lalu pergi ke kampus membawa bayi yang terbungkus kardus itu.

Ia tak langsung membuang bayi itu dalam perjalanan berangkat ke kampus melainkan terus membawanya di dalam tasnya. “Sesekali saya lihat anak saya di dalam tas. Ada perasaan sedih tapi juga takut,” ujar Erna sambil menitikkan air mata kepada wartawan di Mapolres Boyolali, Senin (30/7/2018).

Bayi dibuang di Gagaksipat, Boyolali, Rabu (25/7/2018). (Istimewa-Polres Boyolali)

Sepulang kuliah, Erna sudah tak kuasa menahan perasaan yang berkecamuk di dalam hatinya hingga kemudian ia dengan berat hati meletakkan kardus berisi bayinya di pinggir jalan di Dukuh Gagaksipat, Desa Gagaksipat, Ngemplak.

Saat itu dia berharap agar sang bayi segera ditemukan orang dan dikuburkan dengan layak. Kapolsek Ngemplak, AKP Subiyati, menjelaskan bayi tersebut ditemukan warga siang hari sekitar pukul 11.00 WIB di tepi jalan menuju Balai Desa Gagaksipat. Saat ditemukan, bayi berada di dalam kardus dan terbungkus kresek hitam.

Diberitakan sebelumnya, Erna ditangkap polisi di rumahnya sehari setelah membuang bayinya. Kepada polisi, Erna mengaku sebelum melahirkan, Selasa (24/7/2018), dia merasakan perutnya kontraksi dan sempat memeriksakannya ke salah satu pusat pelayanan kesehatan.

Sepulang dari pusat pelayanan kesehatan itu, dia kemudian melahirkan sendiri tanpa bantuan siapa pun termasuk ibunya yang saat itu berada di rumah. “Saya melahirkan sendiri. Prosesnya dari pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. Saya Sempat mengirim WA kepada pacar saya, tetapi baru terbaca paginya,” kata dia.

Karena Erna tidak tahu cara memperlakukan bayi baru lahir itu dengan baik, bayi itu kemudian meninggal dunia.