Gangguan Jiwa Warga Keloran Wonogiri, Ini Komentar Dinkes

Tim dari Dinas Kesehatan sedang melakukan proses pendataan dan identifikasi pada Sariyanto (dua dari kiri) di Temulus, Desa Keloran pada Senin (30/7/2018) siang. (Solopos.com - Ichsan Kholif Rahman)
30 Juli 2018 20:52 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri mendatangi Desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Senin (30/7).

Tim melakukan deteksi dini terhadap 21 orang di desa tersebut yang diketahui mengidap gangguan jiwa. Deteksi dini adalah tindakan awal sebelum dilakukan pemeriksaan, penyuluhan, dan pengobatan.

Tokopedia

Kepala Dinkes Kabupaten Wonogiri, Adhi Dharma, kepada Solopos.com, mengatakan warga yang mengidap gangguan jiwa diidentifikasi berdasarkan klasifikasi penyakit ringan, sedang, maupun berat.

“Penyebabnya kita tunggu dari hasil identifikasi dahulu ada juga sejak lahir dan masih ada beberapa faktor harus dilakukan pemeriksaan secara langsung. Kalau sejak lahir atau gangguan mental organik bisa disebabkan karena trauma saat di kandungan maupun traumatik, kalau yang satu keluarga Sariyanto dan Sariyanti akan kami periksa dulu,” ujarnya.

Menurut Adhi, faktor seperti lingkungan tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap gangguan jiwa, justru tekanan dan faktor eksternal selama pertumbuhanlah yang mempengaruhi gangguan jiwa.

“Faktor keracunan makanan juga dapat dimungkinkan, seperti makan kecubung terlalu banyak, ini kami akan pastikan dulu. Faktor air minum juga seperti tidak mungkin kecuali air di Desa Keloran mengandung limbah atau logam, kalau ini perlu kajian.

Saat ini baru diidentifikasi dahulu kami sudah berkoordinasi dengan kepala desa dan seluruh masyarakat namun masih menyesuaikan waktu melalui Program Kesehatan Jiwa Masyarakat yang termasuk penyakit tidak menular,” ujarnya.

Ia akan berupaya untuk mencari faktor penyebab dari gangguan jiwa, pengobatan, dan memberikan edukasi kepada keluarga dan tokoh masyarakat terhadap pengidap gangguan jiwa. Masyarakat jangan sampai memojokan para pengidap gangguan jiwa melainkan harus mampu mengarahkan agar pengidap gangguan jiwa tidak tertekan.

Paradigma masyarakat mengenai gangguan jiwa harus diubah kepada pengidap gangguan jiwa. Upaya-upaya tersebut akan dilakukan secara berkelanjutkan.

Bidan Desa Kelroan, Dewi Masitoh, saat ditemui di sela-sela pendataan Keloran mengatakan telah melakukan pendataan bersama tim dari Dinas Kesehatan. Hasil dari pendataan saat ini sedang dalam proses rekap data.

Ia menambahkan, Sariyanto pengidap gangguan jiwa dalam kategori sedang berdasarkan instrumen kuisioner deteksi dini yang berisikan mengenai kondisi kesehatan seperti kondisi tubuh. Hubungan interaksi dengan masyarakat juga tergolong dalam kondisi yang baik.