Waspada! 17 Perempatan Solo Ini Rawan Lakalantas

Anggota Polresta Surakarta dan tim medis mengevakuasi korban lakalantas di depan Mapolresta, Senin (30/7 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
31 Juli 2018 19:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Sedikitnya 17 dari 20 perempatan di Kota Bengawan masuk kategori rawan kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Perempatan rawan lakalantas tersebut tersebar di lima kecamatan.

“Kami mencatat selama 2014-2018 atau selama lima tahun ini ada kasus lakalantas di 17 perempatan itu. Bahkan ada yang sampai menelan korban jiwa,” ujar Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Imam Syafi’i, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (31/7/2018).

Tokopedia

Imam mengungkapkan mayoritas perempatan yang rawan lakalantas itu lokasinya berupa pertemuan antara jalan kampung dengan jalan nasional atau jalan provinsi. Saat melewati perempatan itu, pengendara kurang memperhatikan situasi kanan serta kiri jalan sebelum menyeberang.

Hal itulah yang kerap memicu lakalantas di perempatan. “Kami mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat menyeberang di perempatan yang mempertemukan jalan kampung dengan jalan utama. Minimnya penerangan di perempatan itu juga menjadi persoalan,” kata dia.

Imam menjelaskan di 17 perempatan itu telah terjadi 171 kasus lakalantas. Sementara dari data Januari sampai 27 Juli 2018 telah terjadi 473 kasus lakalantas dengan korban meninggal dunia sebanyak 32 orang dan korban luka ringan 508 orang.

“Angka lakalantas tahun ini naik 28% dibandingkan tahun lalu, 340 kasus dengan korban meninggal dunia 40 orang dan 339 orang luka ringan,” kata dia.

Satlantas juga mencatat tahun ini rata-rata sehari ada satu sampai dua kejadian lakalantas. Korban lakalantas banyak yang dari Mojosongo, Laweyan, Gilingan, Kadipiro, Semanggi, dan lainnya. Sebagian besar penyebab kecelakaan karena human error.

“Kami mengumpulkan semua pihak terkait dengan jalan di Solo untuk mencari solusi. Selama ini banyak persoalan di jalan raya yang disebabkan perbaikan oleh Dinas PUPR [Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat]. Namun, yang disalahkan Satlantas,” kata dia.

Wakasatlantas Polresta AKP Made Rai Ardana mengatakan Satlantas sebisa mungkin mencari solusi 17 perempatan yang masuk rawan lakalantas. Solusi itu misalnya dengan memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) dan rambu peringatan untuk mengurangi kecepatan kendaraan.

“Kami berharap pada semester II ini tidak ada lagi kasus lakalantas di 17 perempatan itu,” kata dia.

Berikut daftar 17 perempatan rawan lakalantas berdasarkan data dari Satlantas Solo:
1. Simpang Empat PDAM JL. Adisucipto, Laweyan
2. Simpang Empat Mba Lipo Jl. Sumpah Pemuda, Mojosongo
3. Simpang Empat Jongke Jl dr. Radjiman, Laweyan
4. Simpang Empat Sumber Jl. Letkol Suprapto, Sumber, Banjarsari
5. Simpang Empat Masjid Mujahidin, Jl. Adi Sumarmo, Banjarsari
6. Simpang Empat Gendengan, Jl. Slamet Riyadi, Purwosari
7. Simpang Empat Haryo Panular (SPBU), Jl. Bhayangkara, Laweyan
8. Simpang Empat dr. Muhajid, Jl. Ki Mangunsarkoro, Kadipiro
9. Simpang Empat SMA Muhammadiyah 1, Jl. R.M. Said
10. Simpang Empat Pasar Legi, Jl. Sutan Syahrir
11. Simpang Empat Pasar Gemblegan, Jl. Yos Sudarso
12. Simpang Empat Buk Bolong, Jl. Urip Sumoharjo
13. Simpang Empat R.E. Martadinata, Jl. Kapten Mulyadi
14. Simpang Empat Ngelipan, Jl. Ir. Juanda, Jebres
15. Simpang Empat Pucangsawit, Jl. Ir. Sutami, Jebres
16. Simpang Empat Ring Road, Jl. Ring Road, Mojosongo
17. Simpang Empat Kerten, Jl. Ahmad Yani
Sumber: Satlantas Polresta Surakarta.