13 Caleg Partai Berkarya Solo Gagal Gara-Gara Silon

Ilustrasi calon anggota Legislatif (caleg). (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
31 Juli 2018 22:10 WIB Ivan Andimuhtarom Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinamika Pemilu 2019 terjadi pada hari terakhir perbaikan berkas pencalegan di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo, Selasa (31/7/2018). DPD Partai Berkarya mengubah komposisi caleg yang mereka daftarkan.

Sementara Partai Gerindra harus kehilangan dua caleg karena tak memenuhi syarat. Sekretaris DPD Partai Berkarya Solo, Sriyono, mengatakan Dapil 1 Pasar Kliwon-Serengan yang sebelumnya diisi Bambang Tri Istiarto digantikan B.R.Ay. Farahmani. Di dapil tersebut hanya ada satu caleg Partai Berkarya.

Tokopedia

Kemudian, di Dapil 2 Laweyan, Andhika Aisyiah dan Kukuh Harjanto, digantikan H.M. Suwito dan Bambang Tri Istiarto. Di dapil tersebut juga ada nama Iir Kiryani AS dan Putri Wijayanti Wibowo. Di dapil 2 hanya ada empat caleg Partai Berkarya.

“Penggantian diperbolehkan,” ujar Sriyono saat ditemui Solopos.com, Selasa.

Ketua Dewan Penasihat DPD Berkarya Solo, Haryanto, mengatakan penggantian dilakukan mempertimbangkan potensi mendulang suara caleg terkait. DPD Partai Berkarya mencari caleg yang punya potensi tersebut. “Kalau tidak berpotensi, mengapa maju?” ujarnya.

Ia menjelaskan Partai Berkarya hanya bisa mendaftarkan lima caleg karena mengalami kendala dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU. Mereka tak bisa mengakses Silon KPU. Dari 18 caleg yang disiapkan, hanya lima yang bisa masuk Silon.

“Kami sudah mengirim berkas manual. Tapi karena sistem, ya mau bagaimana lagi. Jadi ada 13 yang tak masuk silon,” katanya.

Masalah itu, kata dia, menjadi perhatian DPP dan DPW Partai Berkarya. Dia bakal mengikuti sidang ajudikasi yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Solo untuk memperjuangkan hak mendaftarkan caleg.

“Kami lihat hasilnya dulu. Misalnya tetap tidak diperbolehkan memasukkan yang 13 nama, mungkin kami akan melakukan banding. Sebelumnya sudah ada mediasi antara KPU Solo dan kami, tapi belum ada hasilnya,” kata dia.

Kabar mengejutkan datang dari Partai Gerindra. Dua caleg dari total 45 caleg tak lolos verifikasi. Ketua DPC Partai Gerindra Solo, Ardianto Kuswinarno, mengatakan dua caleg yang tak lolos itu laki-laki. Satu caleg di dapil 5 Jebres dan satu caleg di dapil 1 Pasar Kliwon-Serengan.

“Mereka bermasalah di ijazah SMA. Sebenarnya sudah berusaha ke provinsi untuk mengurus, tapi tak berhasil. Saya merasa kecewa dengan hasil ini karena keduanya adalah kader yang berpotensi mendulang suara,” ungkapnya.

Ketua DPC PPP Solo, Edy Jasmanto, menyatakan 45 caleg yang diajukan partainya sudah memenuhi syarat. Semua kekurangan yang diminta KPU sudah diserahkan pada Selasa.

“Kami langsung bergerak cepat. Para caleg saya minta terjun ke masyarakat. Dalam waktu dekat mereka kami kumpulkan untuk soliditas partai,” kata dia kepada Solopos.com, Selasa.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo akhirnya memberikan kesempatan kepada partai politik (parpol) untuk menyerahkan berkas revisi pencalegan hingga Selasa pukul 24.00 WIB. Hal itu untuk mengakomodasi parpol agar tak kehilangan hak politik mereka.

Ketua KPU Solo, Agus Sulistyo, memberi pelayanan kepada parpol untuk menyerahkan berkas hingga tengah malam. “Ini bagian dari pelayanan KPU Solo,” ujarnya saat ditemui Solopos.com di Kantor KPU Solo, Selasa siang.