Jelang Iduladha Harga Sapi Limousin di Sukoharjo Jadi Rp35 Juta/Ekor

Pemeriksaaan hewan kurban. (Solopos.com/M.Ferri Setiawan)
31 Juli 2018 14:11 WIB R Bony Eko Wicaksono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Harga hewan kurban berupa sapi jenis limousin di Kabupaten Sukoharjo menjadi sekitar Rp35 juta/ekor menjelang Iduladha, Agustus mendatang. Harga sapi limousin mahal lantaran postur tubuhnya besar dan gemuk. Rata-rata sapi limousin mempunyai berat di atas 300 kg.

Tak hanya itu, harga hewan kurban di Sukoharjo juga mengalami kenaikan Rp1 juta/ekor-Rp2 juta/ekor. Kenaikan harga itu dipengaruhi tingginya tingkat permintaan hewan kurban di pasar hewan.

Tokopedia

Seorang pedagang sapi kurban asal Kecamatan Polokarto, Sukoharjo, Sarno, mengatakan saat ini, masyarakat mulai memesan hewan kurban baik sapi maupun kambing yang disembelih saat Iduladha. Dia memprediksi tingkat permintaan bakal meningkat tajam mulai dua pekan menjelang Lebaran Haji. “Mungkin kenaikan harga hewan kurban tak berbeda jauh dibanding tahun lalu. Kisarannya Rp1 juta/ekor kambing dan Rp2 juta/ekor sapi,” kata dia, saat berbincang dengan Solopos.com, Senin (30/7/2018).

Pada Iduladha 2017, rata-rata kenaikan harga sapi antara Rp750.000/ekor-Rp1 juta/ekor.  Harga sapi dewasa senilai Rp15 juta/ekor naik menjadi Rp16 juta/ekor. Biasanya, harga sapi mengalami kenaikan hingga Rp2 juta/ekor mendekati Iduladha.

Para calon pembeli akan memilih dan bertransaksi langsung dengan pedagang sapi di pasar hewan. Setelah harga disepakati maka sapi diantar hingga rumah pembeli. “Biasanya sapi diantar ke rumah pembeli saat malam takbiran. Namun, ada juga pembeli yang mengambil langsung di rumah penjual,” ujar dia.

Harga sapi tergantung postur dan berat badan sapi tersebut. Apabila posturnya besar dan gemuk maka harganya cukup mahal. Harga sapi tertinggi senilai Rp27 juta/ekor sedangkan harga sapi terendah senilai Rp10 juta/ekor. “Tergantung psotur dan kondisi sapi. Jika posturnya besar, gemuk dan sehat makan harganya cukup mahal,” tutur Sarno.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo, Netty Harjianti, mengungkapkan bakal menyebar petugas kesehatan hewan di 12 kecamatan se-Sukoharjo. Para petugas itu bakal melakukan pemantauan dan pemeriksaan hewan kurban baik yang dijual di pasar hewan maupun pinggir jalan.