Kafe di Solo Baru Ini Punya Cara Beda Menikmati Kopi

Kopi jeli disajikan di Platino Cafe & Resto, Grogol, Sukoharjo, belum lama ini. Kopi tersebut menjadi salah satu andalan dari resto tersebut. (Solopos/Bayu Jatmiko Adi)
31 Juli 2018 14:15 WIB Bayu Jatmiko Adi Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO--Ada cara unik saat ini untuk menikmati kopi. Kopi bukan lagi diseduh dengan air panas atau dingin. Di kawasan Gogol, Solo Baru, Sukoharjo ada kopi yang disajikan dalam bentuk jeli.

Namanya adalah kopi jeli. Dari sisi tampilan, minuman ini disajikan dalam sebuah gelas bening biasa. Di dalamnya ada jeli kopi, semacam krimer dan es krim. Ada setangkai daun mint di atas es krimnya. Sebagai temannya, ada secangkir kecil susu cair untuk dicampur seperlunya. Jeli kopi yang disajikan di dalam gelas tersebut tidak mengandung campuran gula. Rasa manis dan gurihnya krimer, susu dan es krim yang dipadu dengan rasa khasnya kopi yang kental menjadikan cita rasa yang berbeda. Minuman unik ini bisa dinikmati dengan harga sekitar Rp30.000.

Kopi jeli tersebut bisa ditemui di Platino Cafe & Resto yang berada di Jl. Manggar Raya No. 19, Grogol, Sukoharjo. Jika dari arah The Park menuju timur, bisa langsung menyeberang Jl. Brigjend Sudiarto dan masuk Jl. Manggar Raya.

Manajer Operasional Platino Cafe & Resto, Jeffry Aditia, mengatakan kopi jeli merupakan sebuah inovasi untuk menikmati kopi dengan cara yang berbeda. Dia mengatakan Platino Cafe & Resto hadir dengan beragam menu serta kopi. Di luar kopi klasik, ada berbagai variasi kopi yang bisa dinikmati. "Ada kopi jeli, ada juga kopi buah yang hanya bisa ditemukan di Platino. Jika kopi jeli bentuknya jeli, kopi buah merupakan perpaduan kopi dan buah segar. Biasanya hanya cokelat yang dikombinasikan dengan buah. Kami mencobanya dengan kopi," kata dia kepada wartawan, Jumat (27/7/2018).

Dia mengatakan munculnya kopi di Platino dimaksudkan untuk menyambut para penikmat kopi di  wilayah Solo dan sekitarnya. Menurutnya saat ini kopi bukan hanya minuman, tapi sudah menjadi bagian gaya hidup. "Bahkan di kota besar, ketika orang ingin mencari kedai kopi, masyarakat bukan lagi menanyakan kopi apa yang disajikan, tapi mesin kopi apa yang digunakan," lanjur dia. Menurutnya hak itu merupakan bagian dari gaya hidup tersebut.