Tangkap Pengedar Obat Daftar G, Polres Sukoharjo Sisir Apotek

Dua tersangka pengguna dan pengedar obat daftar G dikawal anggota polisi saat konferensi pers di Mapolres Sukoharjo, Selasa (31/7 - 2018). (Solopos/Trianto Hery Suryono)
31 Juli 2018 17:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Aparat Polres Sukoharjo  menyelidiki penyedia obat daftar G yang dijual bebas. Hal itu menyusul penangkapan dua orang pengguna dan pengedar obat terlarang tersebut dua pekan lalu.

Dua tersangka yang berinisial AYP, 19, dan RAP, 19, ditangkap tim resmob Satnarkoba Polres Sukoharjo di pinggir Jalan Raya Sektor I, Jl. Jeruk, Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, didampingi Kasat Narkoba Polres Sukoharjo, AKP A.A. Gede Oka, menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Ruang Panjura, Mapolres Sukoharjo, Selasa (31/7/2018). Kedua tersangka dijerat Pasal 62 dan atau Pasal 60 ayat (4) dan atau Pasal 69 dan atau Pasal 71 UU No. 5/1997 tentang Psikotropika.

“Ada 32 butir camlet Alprazolam satu miligram diamankan dari penggeledahan petugas ke tubuh tersangka,” ujarnya.

Selain camlet, ujarnya, barang bukti yang diamankan berupa sepeda motor matic beserta surat tanda nomor kendaraan (STNK), satu tempat pensil, satu tas punggung, dan satu handphone. Kapolres menjelaskan masyarakat menginformasikan di pinggir Jalan Raya Sektor I, Langenharjo, sering ada orang baru dengan gerak-gerik mencurigakan.

“Informasi masyarakat ditindaklanjuti petugas dengan melakukan penyelidikan dan pengamatan. Pada 16 Juli malam sekira pukul 22.00 WIB petugas mendekati dua orang laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan. Hasil penggeledahan di tubuh tersangka didapati obat daftar G sehingga keduanya dibawa ke Polres Sukoharjo. Polisi masih mendalami sumber pemberi obat daftar G terhadap tersangka.”

Kapolres menyatakan tim gabungan telah merazia apotek di 12 polsek untuk mengetahui obat daftar G. “Kami juga minta 12 polsek untuk inspeksi obat-obat terlarang tersebut jangan sampai dijual bebas. Hendaknya pembeli menggunakan resep dokter untuk mendapatkannya agar tidak berurusan dengan polisi. Satuan narkoba sudah rutin merazia toko obat maupun apotek agar obat daftar G tidak disalahgunakan. Menyimpan bahkan menggunakan obat daftar G atau psikotropika ada aturannya. Jika bermain-main dan menyalahgunakannya jangan kaget jika ditangkap polisi,” ujarnya.