Tak Laku, 48 Petak Rusunawa Ditawarkan ke Warga Luar Sukoharjo

Kondisi bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, Kamis (19/4 - 2018). (Solopos/Bony Eko Wicaksono)
31 Juli 2018 20:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo selaku pengelola rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo, menawarkan 48 kamar rusunawa ke warga luar Sukoharjo.

Penawaran dilakukan jika dalam waktu dekat ini tidak ada pengajuan atau permohonan dari warga Sukoharjo untuk menyewanya. Kamar rusunawa yang akan ditawarkan kepada warga luar Sukoharjo itu berada di blok C dan D.

Tokopedia

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sukoharjo, Sarwidi, kepada wartawan, Selasa (31/7/2018), mengatakan sampai sekarang belum ada warga Sukoharjo yang mengajukan surat permohonan tinggal di rusunawa.

“Rusunawa Joho ada enam blok mulai A hingga F tetapi blok C dan D masih kosong setelah ditempati Dinas Kesehatan Kabupaten untuk kantor. Selepas DKK berpindah ke gedung baru, dua blok itu kosong. Empat blok yang lain sudah penuh,” jelasnya.

Mantan Kabid Perumahan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sukoharjo ini, menyatakan mayoritas penyewa rusunawa adalah pekerja di sejumlah industri di Sukoharjo. Syarat penyewa adalah WNI yang dibuktikan dengan kartu tanda penduduk dan kartu keluarga.

“Kami berencana menyewakan ke pekerja pabrik jika tidak ada yang mengajukan sehingga pendapatan sewa masuk kas daerah. Sebenarnya kami [dinas] sudah mengirim surat ke kelurahan dan kecamatan untuk menawarkan rusunawa tetapi hingga sekarang belum ada yang mengajukan.”

Dia mengakui masyarakat Sukoharjo belum familier menghuni rusunawa. “Warga inginnya tinggal di rumah dengan lahan luas di perkampungan.”