Sayang Astuti, Cara Mudah Mengakses Data Kendaraan di Sragen

Kepala UPTD PKB Dishub Sragen Junaedhi mempraktikan scanning QR code pada stiker uji kir di bak truk saat melakukan uji kendaraan bermotor di UPTD PKB Dishub Sragen, Selasa (31/7 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
31 Juli 2018 18:10 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN — Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Dinas Perhubungan (Dishub) Sragen meluncurkan inovasi baru berupa Sistem Pelayanan Terjangkau via Smartphone Cepat, Mudah, dan Pasti atau disingkat Sayang Astuti. 

Inovasi tersebut diluncurkan oleh Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Suharto, mewakili Bupati Sragen, di halaman Kantor Dishub Sragen, Selasa (31/7/2018).

Tokopedia

Inovasi pelayanan pengecekan dokumen PKB Dishub bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengetahui kondisi dan identitas pemilik kendaran bermotor.

“Ya, Sayang Astuti ini menjanjikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses dokumen kendaraan bermotor lewat aplikasi QR Code Reader yang bisa diundur dari Play Store di ponsel pintar," ujar Kepala UPTD PKB Dishub Sragen, Junaedhi, saat ditemui solopos.com seusai launching Sayang Astuti, Selasa siang.

Dengan aplikasi tersebut, tambah dia, warga cukup melakukan scanning QR code yang tertera pada samping bodi kendaraan atau dokumen uji kendaraan.

"Dalam waktu singkat bisa diketahui nama pemilik, alamat, nomor kendaraan, nomor mesin, nomor rangka, sampai foto kendaraan,” tambah Junaedhi.

Junaedhi mencontohkan cara scanning QR code pada stiker yang menempel di truk di lokasi pengujian kendaraan. Dalam hitungan detik, semua data kendaraan bisa diketahui.

Junaedhi menjelaskan munculnya inovasi Sayang Astuti ini sebagai respons atas kebutuhan masyarakat yang serba cepat dan mudah. Dia mengatakan inovasi ini merupakan inovasi kali ketiga. Inovasi yang pertama berupa Sistem Aplikasi Kepuasan Pelanggan (Si Appel) dan Sistem Informasi Uji Kendaraan Bermotor (Simponi).

Dalam kesempatan tersebut, ada penyerahan dokumen akreditasi pengujian kendaraan bermotor dari Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan keppada Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Dishub Sragen.

Junaedhi menjelaskan dari 160 daerah yang mengajukan akreditasi pada 2018 ternyata hanya 41 daerah yang lolos akreditasi, salah satunya Sragen. Dia menyebut di Soloraya hanya ada empat daerah yang lulus akreditasi yakni Sragen, Klaten, Boyolali, dan Wonogiri.

“Daerah yang belum lolos akreditasi masih dalam proses. Daerah tersebut harus melaksanakan uji kendaraan bermotor lewat daerah yang terakreditasi terdekat atau lewat swasta. Seperti Solo itu bisa uji ke Boyolali atau Sragen. Proses akreditasi di Sragen membutuhkan waktu 6 bulan. Penilaiannya dari sumber daya manusia, sarana prasarana, dan alat uji,” ujarnya mewakili Kepala Dishub Sragen Muhari.

Sekretaris Dishub Sragen, Catur Jatmiko, mewakili Kepala Dishub Sragen menerima sertifikat akreditasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, awal Juli lalu. Catur bersyukur karena Sragen menjadi daerah yang lolos akreditasi nasional.

“Tujuan akreditasi ini untuk memberikan kepastian dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyakarat agar lebih baik serta terjaminnya kualitas, kuantitas lembaga penguji tersebut,” katanya.