Tinggi 9 Meter, Ini Bahan Monumen Susu Tumpah Boyolali

Desain Monumen Susu Tumpah Boyolali. (Istimewa/DLH Boyolali)
31 Juli 2018 09:00 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI -- Monumen Susu Tumpah di dekat Pasar Kota Boyolali akan dibangun setinggi sekitar 9 meter. Monumen yang akan menggantikan tugu jam di kawasan tengah kota itu terdiri atas empat bangunan utama dengan berbagai bahan.

Kasi Penanggulangan dan Pemulihan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Boyolali, Martono, mewakili Kepala DLH Boyolali Totok Eko Y.P. menjelaskan apa saja keempat bangunan utama tersebut.

Tokopedia

“Rencananya monumen itu tingginya 9 meter. Nanti ada botol, air susu yang sedang dituang, gelas, dan pagar keliling berupa gentong susu,” ujarnya kepada Solopos.com, Senin (30/7/2018).

Monumen tersebut menggambarkan susu segar di dalam botol yang sedang dituang ke dalam gelas. Posisi botol tersebut nyaris terbalik sehingga seolah air meluncur deras ke arah gelas. Akibatnya, air susu seolah-olah ada yang terciprat keluar dari gelas.

Dia memerinci bentuk botol akan dibuat dengan bahan fiber, sedangkan air susu dibuat dari bahan akrilik. Untuk bentuk gelas juga akan dibuat dari bahan fiber.

Selain itu, ketiga bangunan dalam posisi vertikal itu akan dikelilingi gentong-gentong susu segar untuk menguatkan kesan monumen tersebut. “Gentong-gentong itu dipasang mengelilingi monumen. Diameter paling luar pagar gentong susu ini 8,5 meter,” kata dia.

Monumen Susu Tumpah diharapkan bisa menjadi ikon baru Kabupaten Boyolali  yang selama ini dikenal sebagai penghasil susu. Ikon yang selama ini ada baru berupa patung sapi perah penghasil susu. Anggaran pembangunan monumen tersebut sekitar Rp1,5 miliar.