Gaji dan THR Dilunasi, Karyawan PT RBI Wonogiri Trauma

PT RBI wonogiri membayarkan hak karyawannya yang sempat tertunda di Bulusulur, Wonogiri, pada Sabtu (28 - 7) pagi. (Istimewa/Disnaker Wonogiri)
31 Juli 2018 12:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- PT Rojo Busono Indonesia (RBI) Wonogiri akhirnya membayar lunas gaji dan tunjangan hari raya (THR) karyawannya yang tertunda, Sabtu (28/7/2018). 

Gaji tersebut meliputi pembayaran gaji lembur bulan Mei, gaji karyawan bulan Juni dan THR. Pembayaran tersebut maju dua hari dari waktu yang dijanjikan Senin (30/7/2018).

Tokopedia

Di sisi lain, sebagian karyawan mengaku trauma dan enggan bekerja lagi di PT RBI. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker) Wonogiri, Ristanti, saat dihubungi Solopos.com, Senin (30/7/2018), mengatakan telah memfasilitasi mediasi antara PT RBI dan para karyawan. Seluruh hak karyawan telah diberikan.

“Gajian bulan Juli jadwal gajiannya tanggal 10 Agustus 2018. Rencanannya, 10 Agustus 2018 PT RBI  akan mulai beroperasi kembali setelah sebelumnya berhenti beroperasi sejak 24 Juli 2018,” ujarnya.

Ia menambahkan PT RBI tidak ada niatan tidak membayarkan hak para karyawan namun kondisi keuangan PT RBI sedang tidak baik dikarenakan persoalan penjualan. Sementara ini karena PT RBI sudah menjalankan iktikad baik dan sudah memberikan hak para karyawan, Disnaker tidak memberikan sanksi namun akan memberikan pendampingan.

Ristanti menekankan perlunya forum bipartit di tiap-tiap perusahaan  karena dengan adanya forum antara karyawan dan pengelola perusahaan dapat mengatasi segala kemungkinan permasalahan. Ia berharap ke depannya seluruh karyawan PT RBI dapat segera didaftarkan BPJS.

“Kami berada di posisi netral, apabila nanti karyawan tidak kembali karena trauma atau apa pun kami serahkan ke perusahaan. Perusahaan garmen di Wonogiri kan banyak. Akan menjadi persaingan antarperusahaan untuk mengelola karyawan. Hal terpenting hak karyawan sudah terpenuhi. Pengelola tidak ada niatan mengemplang. Namanya usaha kan kadang surplus kadang tidak,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu karyawan PT RBI yang tidak mau disebutkan namanya mengaku bersyukur hak-haknya telah terpenuhi. Namun ia mengaku trauma untuk kembali bekerja kembali ke PT RBI. Ia memilih mencari perusahaan lain yang menurutnya lebih profesional.

Sementara itu dari pihak perusahaan belum ada yang bisa dimintai konfirmasi. Sebelumnya ratusan karyawan PT RBI baik yang bekerja di unit produksi Bulusulur, Wonogiri, maupun di Mlopoharjo, Wuryantoro, melakukan ramai-ramai mendatangi pabrik untuk menuntut pembayaran gaji dan THR yang tertunda, Selasa (24/7/2018). Mereka kemudian dijanjikan mendapatkan hak-hak mereka pada Senin (30/7/2018).