Puluhan Warga Keloran Masih Ngganthol Listrik Masjid

Ilustrasi jaringan listrik. (Videoblocks.com)
31 Juli 2018 14:13 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Sedikitnya 22 keluarga di Dukuh Ngringin, Desa Temulus, Desa Keloran, Selogiri, Wonogiri, belum memiliki sambungan listrik mandiri. Mereka terpaksa masih ngganthol atau menyalur sambungan listrik dari masjid di Desa Pare.

Salah satu warga Ngringin, Ariman, 65, mengaku warga ngganthol listrik sejak lebih dari 10 tahun lalu. Jauh sebelumnya, warga tak memiliki listrik sehingga menggunakan penerangan tradisional saat malam. Warga ngganthol listrik dari masjid di Desa Pare yang lokasinya di bawah Ngringin. Jarak masjid dengan dukuh lebih kurang 1 km.

“Semoga saja bisa dapat listrik mandiri. Bisanya ya menunggu bantuan pemerintah,” kata Ariman.

Kepala Desa (Kades) Keloran, Sumaryanto, saat ditemui Solopos.com, Minggu (29/7/2018), mengatakan listrik dinikmati warga Ngringin sangat terbatas. Mereka hanya nggantol listrik dari masjid yang lokasinya jauh di bawah dukuh. Pihaknya sudah membuat permohonan kepada PLN untuk penyambungan listrik ke Ngringin. PLN menyambut baik dan sudah menyiapkan tujuh tiang listrik. Namun, pemasangan tiang belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu izin dari Perusahaan Umum (Perum) Perhutani selaku Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pemilik aset lahan hutan.

“Pemkab [Pemerintah Kabupaten] melalui dinas terkait yang akan mengajukan izin ke Perhutani. Kalau disetujui, PLN bisa langsung pasang tiang lengkap dengan jaringan listriknya,” kata Kades.

Sebelumnya ada 35 keluarga di Dukuh Popok dan Temulus yang bernasib sama. Namun, mereka akhirnya bisa mendapatkan listrik secara mandiri setelah menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Dukuh Ngringin berada di kaki Gunung Gajah Mungkur. Belum ada yang mengetahui secara pasti ketinggiannya. Jalan menuju ke lokasi cor beton dan dapat diakses menggunakan sepeda motor. Pengendara harus ekstra hati-hati karena jalan tak rata. Salah satu sisi terdapat jurang yang sangat dalam.

Sementara itu, data Balai Pengkajian Pengawasan dan Pengendalian Energi Sumber Daya Mineral (BP3ESDM) Sewu Lawu menyebut kurang lebih 13.000 rumah tangga di Wonogiri belum memiliki saluran listrik secara mandiri.

Kepala BP3ESDM Sewu Lawu, Suhardi, mengatakan keluarga yang belum memiliki listrik secara mandiri merupakan warga miskin. Sayangnya, tak sedikit dari 13.000 rumah tangga di Kota Sukses belum masuk dalam basis data terpadu (BDT). Data tersebut dari BDT yang terakhir diperbarui September 2017.

Dinas ESDM Jawa Tengah melalui BP3ESDM Sewu Lawu tahun ini akan memberi bantuan pemasangan instalasi listrik bersubsidi gratis kepada 260 keluarga yang sudah masuk BDT. Pihaknya saat ini masih memverifikasi data secara langsung di lapangan. Langkah itu untuk memastikan program tepat sasaran. “Hanya keluarga yang benar-benar miskin, belum memiliki listrik secara mandiri, dan datanya sudah masuk BDT yang akan dapat bantuan,” kata Suhardi.