Seperti Apa Tugu Batas Kota Solo-Sukoharjo Rp2,4 Miliar?

Pengecatan tugu batas Kota Solo. (Solopos/Nicolous Irawan)
01 Agustus 2018 07:30 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo mulai mengerjakan pembangunan tugu batas Kota Solo-Sukoharjo via Solo Baru, Senin (30/7/2018). Pembangunan tugu dimulai dari sisi kiri jalan wilayah Danukusuman, Serengan.

“Pembangunan tugu batas kota Serengan-Solo Baru sudah direncanakan sejak awal tahun ini dengan merelokasi bangunan rumah milik warga di lokasi. Kami melelang proyek ini ke LPSE [Layanan Pengadaan Secara Elektronik] Pemkot Solo,” ujar Kepala DPU PR Endah Sitaresmi Suryandari saat dihubungi Solopos.com, Selasa (31/7/2018).

Sita mengungkapkan ada sekitar sembilan bangunan liar milik warga Serengan dan pedagang kali lima (PKL) milik warga Danukusuman di lokasi itu. Satpol PP Solo membongkar bangunan tersebut dan sekarang di lokasi sudah bersih.

“Di LPSE proyek ini berupa penataan koridor dan tugu batas kota Jl. Yos Sudarso dengan anggaran senilai Rp2,464 miliar bersumber APBD 2018. Kami mencatat ada 18 peserta yang mengikuti lelang proyek ini,” ujar dia.

Dinas PUPR, lanjut dia, melihat penawaran dari semua peserta lelang. CV Sandy Prayoga menjadi pemenang lelang dengan penawaran paling rendah dibandingkan peserta lainnya yakni Rp2,434 miliar.

Pekerjaan sudah dimulai akhir Juli dengan pengerukan tanah untuk fondasi. “Kami menargetkan penataan koridor dan tugu batas kota di Serengan ini selesai dalam enam bulan. Pengerjaan fisik baru bisa dimulai awal Agustus,” kata dia.

Ia menjelaskan besaran anggaran ini banyak terserap pada bagian penataan koridor yang meliputi penataan taman, pembangunan drainase, dan pedestrian. Lokasi pembangunan tugu di pinggir Sungai Jenes sehingga perlu dibuat jalur pedestrian agar tidak longsor saat musim hujan.

Panjang koridor sekitar 50 meter ke arah utara dari tugu batas kota. “Kami berharap dengan pembangunan tugu ini kawasan Solo selatan bisa terlihat bersih dan tidak kumuh lagi seperti sekarang,” kata dia.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penatan Ruang (PUPR) Kota Solo, Taufan Basuki, mengungkapkan selama ini di kawasan perbatasan kurang mendapatkan perhatian. Tahun ini Pemkot menggangarkan dana untuk penataan Solo selatan di Serengan.

“Desain tugu batas kota di Serengan nanti mirip seperti tugu peninggalan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat di Kleco [Laweyan], Jurug [Jebres], dan Gading [Pasar Kliwon]. Kami tahun ini juga membangun tugu batas kota di wilayah Sekip, Kadipiro, Banjarsari dengan desain ada patung Loro Blonyo,” kata dia.