Finalis Putra Putri Solo 2018 Kunjungi Museum

Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo memberi pengarahan kepada para finalis PPS 2018 di Loji Gandrung, Jumat (27/7 - 2018) sore. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
01 Agustus 2018 09:20 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Finalis Putra Putri Solo (PPS) 2018 blusukan ke sejumlah museum di Kota Bengawan, Selasa (31/7/2018). Selain menjadi sarana bagi para calon duta wisata untuk belajar sejarah, kunjungan ke museum mampu meningkatkan kepedulian terhadap sejarah.

Panitia Putra Putri Solo 2018 Niken Larasati mengatakan kunjungan museum dikemas dalam kegiatan Museum De Solo, diawali dengan mengunjungi Museum Radya Pustaka. Di Museum Radya Pustaka, para finalis diajak melihat berbagai benda-benda vintage yang sarat dengan nilai sejarah. Radya Pustaka merupakan museum tertua di Indonesia yang didirikan 1890 oleh Kanjeng Raden Adipati Sosrodiningrat IV pada masa pemerintahan Pakubuwana IX.

Tokopedia

“Jadi finalis tadi melihat arca, uang kuno, alat-alat perang hingga piring-piring antik dari budaya Eropa,” katanya ketika dijumpai Solopos.com di sela kunjungan.

Selain itu finalis juga melihat benda-benda seperti gamelan, pakaian adat Jawa (beskap), senjata-senjata tradisional hingga kain batik. Guna memperdalam bagaimana sejarah batik, finalis kemudian melanjutkan kunjungan ke Museum Batik Danar Hadi. Museum yang didirikan sejak 1967 tersebut menyuguhkan koleksi batik kualitas terbaik dari berbagai daerah. Di antaranya batik asli keraton, batik Jawa, batik pesisir, dan berbagai jenis batik lain.

“Setelah mempelajari sejarah batik, kunjungan dilanjutkan ke Museum Keris Nusantara,” kata Putri Favorit Solo 2017 ini.

Kunjungan ke Museum Keris Nusantara yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo tahun lalu dinilai penting sebagai sarana pembelajaran tentang dunia perkerisan. Apalagi keris merupakan karya seni yang bernilai tinggi. Bahkan, The United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNSECO) juga telah menetapkan keris sebagai warisan kebudayaan dunia yang berasal dari Indonesia.

Salah satu finalis Putra Putri Solo, Crownikov Deswan Brahmananda mengaku antusias mengunjungi museum yang ada di Kota Bengawan. Apalagi kunjungan ke Museum Keris Nusantara. “Saya baru kali pertama mengunjungi Museum Keris. Dan ternyata sangat bagus sebagai pembelajaran bagi saya mengenai perkerisan,” katanya.

Senada disampaikan finalis lain, Dinda Nur Safira menjadi lebih memahami bagaimana seluk beluk keris dan sejarahnya. “Jadi tahu detail bagaimana keris dan jenis-jenisnya. Selama ini hanya tahu keris ya itu-itu saja, tapi ternyata punya jenis masing-masing,” katanya.