Polisi Solo Gagal Lagi Periksa Pimpinan Abu Tours

Kanit IV Satreskrim Polres Solo Iptu Sudarmiyanto (kiri) memintai keterangan korban Abu Tours di Mapolresta Solo, Rabu (4/4 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
01 Agustus 2018 17:15 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pimpinan cabang biro jasa umrah PT Amanah Bersama Umat Abu Tours, Rusman Rachman, kembali mangkir dari panggilan pemeriksaan oleh aparat Polresta Surakarta.

Satreskrim Polresta Surakarta akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga dalam waktu dekat. “Kami melayangkan surat panggilan kedua pertengahan akhir Juli kemarin. Namun, yang bersangkutan tidak datang ke Polresta tanpa ada alasan jelas,” ujar Kanit IV Satreskrim Polresta Surakarta, Iptu Sudarmiyanto, saat ditemui wartawan di Mapolresta Surakarta, Rabu (1/8/2018).

Sudarmiyanto mengungkapkan pemanggilan tersebut untuk memintai keterangan sebagai saksi setelah banyak aduan calon jemaah umrah yang gagal berangkat ke Tanah Suci. Satreskrim dalam kasus ini masih menyelidiki dengan memintai keterangan dari korban.

Sementara pemeriksaan pemilik Abu Tours belum dilakukan. “Kami akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga dalam waktu dekat. Kalau panggilan ketiga tidak hadir bisa saja dilakukan pemanggilan paksa,” kata dia.

Satreskrim menerima informasi pimpinan Abu Tours Cabang Solo berada di Makassar. Polresta Surakarta akan berkoordinasi dengan penegak hukum setempat agar bisa mendatangkan pimpinan Abu Tours Cabang Solo ke Solo.

Ditanya mengenai jumlah korban, Sudarmiyanto menjelaskan sampai sekarang sudah ada 150 orang dari sebelumnya 100 orang. Mereka melapor ke polisi karena merasa tertipu dengan modus penawaran umrah dengan biaya murah dari Abu Tours.

“Kami belum melakukan gelar perkara dalam kasus ini karena pemeriksaan dari pihak Abu Tours belum ada. Kami akan menyegel kantor Abu Tours di Jl. Adisucipto kalau gelar perkara sudah selesai,” kata dia.

Seorang korban Abu Tours, Muhammad Dahlan Muladi, mempertanyakan lamanya proses penanganan kasus ini dibandingkan Hannien Tours. Sebagai korban pastinya pesimistis uang pendaftaran umrah puluhan juta rupiah bisa kembali.

“Saya hanya berharap proses hukum kasus ini segera diselesaikan untuk memberikan efek jera bagi pelaku karena telah melakukan penipuan berkedok ibadah,” kata dia.