Pendaki Difabel Solo Kibarkan Merah Putih di Puncak Elbrus

Sabar Gorky menunjukkan kruk dengan kaki berbentuk cakar besi di Solo, Rabu (1/8 - 2018).
01 Agustus 2018 21:24 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Hari Kemerdekaan dimaknai sebagai momentum untuk mengingatkan kembali pada cinta Tanah Air. Pendaki difabel asal Solo, Sabar Gorky, punya cara berbeda untuk menunjukkan rasa cintanya kepada Indonesia.

 

Warga Gendingan RT 003 RW 006, Kelurahan Jebres, Jebres, Solo tersebut akan mendaki Gunung Elbrus di Rusia. Sabar Gorky bertekad bisa menggelar upacara bendera peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-73 Republik Indonesia (RI) di puncak gunung Elbrus yang memiliki ketinggian 5.642 meter di atas permukaan laut (mdpl).

 

Sabar akan berangkat dari Solo pada 12 Agustus 2018. Dia akan bertolak lebih dulu ke Jakarta sebelum ke Russia. Di Jakarta, pendaki berkaki satu tersebut punya perlu bertemu pendaki lain yang bakal menjadi rekan setimnya saat mendaki Gunung Elbrus. Sedikitnya ada tujuh orang lain akan membersamai dirinya menaklukan salah satu puncak gunung tertinggi di dunia tersebut.

 

“Empat orang di antara pendaki yang akan ikut itu adalah anak muda dari SMAN 86 Jakarta. Sementara salah satu orang di antaranya adalah dr. Agung, dokter dari Madiun yang telah berusia lebih dari 60 tahun,” kata Sabar Gorky saat ditemui wartawan di Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, Jebres, Rabu (1/8/2018) siang.

 

Sabar pernah sekali mendaki gunung Elbrus pada 2011. Pada saat itu, dia menaiki Gunung Elbrus lewat jalur utara dan tidak untuk merayakan HUT RI. Sementara pada tahun ini Sabar berencana mendaki Gunung Elbrus lewat jalur selatan dengan target bisa menggelar upacara bendera di puncak gunung. Sabar Gorky yang kesehariannya kini menjadi karyawan PMI Solo tesebut mengaku sudah melakukan persiapan pendakian sejak Maret lalu.

 

“Latihan fisik sudah saya lakukan, antara lain saya rutin naik sepeda putar-putar Solo, mendayung, metarik ban, dan lain sebagainya. Dalam waktu dekat saya juga akan ke Jogja, tepatnya ke gumuk pasir. Saya akan berlatih fisik di sana. Diibaratkan nanti pasir itu adalah salju yang menumpuk di Gunung Elbrus,” tutur Sabar.

 

Sabar juga telah mulai mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan untuk mendaki Gunung Elbrus. Mengingat hanya memiki satu kaki, dia tentu akan membawa tongkat atau kruk sebagai alat bantu jalan. Sabar pun lantas memamerkan kruknya yang bisa dimodifikasi. Dia siap memasang cakar besi di kruknya tersebut saat mulai mendaki medan es di Gunung Elbrus. Cara yang dipilih Sabar untuk menunjukkan cinta Tanah Air boleh jadi berbahaya. Namun, dia punya alasan khusus untuk tetap melaksanakan niatnya.

 

“Saya hanya ingin menyalurkan hobi dan menunjukkan kepada khalayak bahwa kaum difabel juga punya kemampuan mendaki gunung tinggi,” ucap Sabar.