Pelaku Dugaan Penipuan Umrah di Solo Mangkir Lagi, Apa Langkah Polisi?

Petugas Ditreskrimsus Polda Sulawesi Selatan seusai menggeledah Abu Tour di Jl Baji Gau, Makassar, Jumat (23/3 - 2018). (Antara/Darwin Fatir)
01 Agustus 2018 21:39 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Pimpinan cabang biro jasa umrah PT Amanah Bersama Umat Abu Tours, berinisial RR, kembali mangkir dari panggilan polisi. Satreskrim Polresta Solo akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga dalam waktu dekat.

 

Tokopedia

Satreskrim menerima informasi pimpinan Abu Tours Cabang Solo berada di Makasar. Polresta Solo akan berkoordinasi dengan penegak hukum setempat agar bisa mendatangkan pimpinan Abu Tours Cabang Solo ke Solo yang diduga melakukan penipuan umrah.

 

Ditanya mengenai jumlah korban, Sudarmiyanto menjelaskan sampai sekarang jumlah korban yang masuk ke Satresrim sebanyak 150 orang dari sebelumnya hanya 100 orang. Mereka melaporkan ke polisi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus menawarkan umrah dengan biaya murah.

 

“Kami melayangkan surat panggilan kedua pertengahan akhir Juli kemarin. Namun, tidak datang ke Polresta tanpa ada alasan jelas,” ujar Kanit IV Satreskrim Polresta Solo, Iptu Sudarmiyanto, saat ditemui wartawan di Mapolresta Solo, Rabu (1/8/2018).

 

Pemanggilan untuk memintai keterangan RR sebagai saksi, setelah banyak aduan calon jemaah umrah gagal berangkat ke Tanah Suci. Satreskrim dalam kasus ini masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan dari korban. Sementara pemeriksaan saksi dari pemilik Abu Tours belum dilakukan.

“Kami akan kembali melayangkan surat panggilan ketiga dalam waktu dekat. Kalau panggilan ketiga tidak hadir bisa saja dilakukan pemanggilan paksa,” kata dia.

 

Seorang korban Abu Tours, Muhammad Dahlan Muladi, mempertanyakan lamanya proses penanganan kasus ini dibandingkan Hannien Tours. Sebagai korban pastinya pesimistis uang pendaftaran umrah puluhan juta bisa kembali. “Saya hanya berharap proses hukum kasus ini segera diselesaikan untuk memberikan efek jera bagi pelaku karena telah melakukan penipuan berkedok agama,” kata dia.