Ada Danau Mini di Jalan Kampung Boyolali

Seorang anak mengamati 3D Street Art di Dusun Penjalinan, RT 02/RW 01 Desa Tawangsari Teras, Kamis (26/7 - 2018). (Solopos/Akhmad Ludiyanto)
01 Agustus 2018 15:46 WIB Akhmad Ludiyanto Boyolali Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Bulan Agustus 2016 lalu, anggota Karang Taruna (KT) Desa Madegondo, Grogol, Sukoharjo membuat mural tiga dimensi (3D) berupa lukisan sungai di jalan wilayah mereka. Karya seni yang biasa disebut 3D street art ini pun cukup menaik perhatian masyarakat karena terlihat unik.

Bagi warga Boyolali dan sekitarnya tak perlu jauh-jauh ke Grogol untuk melihat atau sekadar berfoto di atas lukisan itu. Karena di Dusun Penjalinan, RT 02/RW 01 Desa Tawangsari Kecamatan Teras, warga setempat kini juga membuat karya serupa. Lokasi lukisan 3D tersebut berjarak sekitar 1,5 km ke arah utara dari perempatan lampu merah Mojolegi di barat Mapolsek Teras yang berada di Jalan Solo-Semarang.

Tokopedia

Memanfaatkan jalan kampung sepanjang sekitar 50 meter yang belum lama selesai dicor, Suherman, 56 menuangkan imajinasinya tentang danau mini, tangga, lubang, kayu, jembatan, dan sebagainya ke dalam lukisan berbahan cat tembok. Dengan peralatan sederhana untuk mengukur skala, Suherman membuat lukisan itu tampak nyata pada satu perspektif tertentu.

Seperti lukisan danau mini, airnya terlihat hidup dengan warna biru. Demikian pula pada lukisan karpet yang terlihat terbang rendah karena ada efek tiga dimensi dari lukisan bayangan.

Suherman mengaku karya yang mulai dibuat pada pertengahan bulan Juli tersebut didasarkan atas dorongan pemuda setempat. “Ada yang datang dan tanya, apakah saya bisa bikin lukisan tiga dimensi. Lalu saya coba dan saya mulai melukis satu per satu,” kata dia, Kamis (26/7/2018).

Untuk membuat 10 item benda dia hanya membutuhkan waktu yang relatif singkat untuk masing-masing item. Suherman hanya mengandalkan imajinasi yang ada di pikiran untuk membuat benda berikut efek tiga dimensinya. Meski demikian dia mengaku pada beberapa lukisan itu ada beberapa perbaikan agar memperolah hasil yang lebih “nyata”. Selain lukisan yang sudah dibuat itu, Suherman berencana membuat lukisan lain di jalan yang sama yang saat ini masih dalam proses pengecoran.

Sementara itu, seorang warga setempat Suryanto, 45 mengatakan, ide Suherman ini disambut baik warga lainnya karena membuat lingkungan terlihat lebih indah. Selain itu, sekarang lukisan tersebut menjadi daya tarik warga yang melintas di jalan itu. “Biasanya banyak orang lewat sini sore hari pas bubaran pabrik. Mereka yang tadinya melintas di jalan, sekarang sebagian berhenti untuk berfoto,” ujar dia.

Sementara itu, di sisi jalan selebar 2 meter itu terdapat sebuah kotak sumbangan. “Itu kotak sukarela. Yang foto-foto kalau mau ngisi silakan, kalau enggak juga enggak apa-apa. Uangnya akan dipakai untuk perawatan lukisan saja, seperti beli cat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Desa Tawangsari Yayuk Tutiek Supriyanti mengapresiasi kreativitas warganya tersebut. “Kami sangat mengapresiasi pencetus dan pelaksana kreasi ini. Yang jelas kan lingkungan menjadi indah dan asri,” ujarnya.