Puluhan Perusahaan Karanganyar Diperiksa Limbahnya

ilustrasi pengolahan limbah pabrik. (Solopos/Dok)
01 Agustus 2018 11:15 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar memeriksa limbah cair dari puluhan perusahaan di Bumi Intanpari dalam beberapa waktu terakhir. Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel limbah cair di masing-masing perusahaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sekitar 50 perusahaan penghasil limbah cair sudah diambil sampel limbahnya. Selanjutnya, setiap limbah yang sudah diambil sampelnya diteliti di laboratorium DLH Karanganyar. Hasil uji sampel limbah baru diketahui satu bulan berikutnya.

Nantinya, DLH akan mengirimkan hasil pengecekan sampel limbah cair itu ke masing-masing perusahaan. Biasanya, DLH memberikan rekomendasi ke perusahaan berupa penilaian kinerja berwarna hijau, biru, merah, dan hitam.

Penilaian dengan warna hijau diberikan ke perusahaan yang mengelola limbah lebih dari yang disyaratkan, warna biru untuk perusahaan yang mengelola lingkungan sekitar sesuai persyaratan (memiliki instalasi pengolahan air limbah/IPAL), warna merah diberikan ke perusahaan yang mengelola limbah tidak sesuai ketentuan, dan warna hitam bagi perusahaan yang tidak mengelola limbah sehingga menimbulkan pencemaran di lingkungan sekitar.

“Memang benar seperti itu [pengecekan limbah di sejumlah perusahaan]. Saat ini, saya sedang ada pelatihan,” kata Kepala DLH Karanganyar, Edy Yusworo, kepada Solopos.com, Selasa (31/7/2018).

Hal senada dijelaskan Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KLH) DLH Karanganyar, Suwarno. “Tidak semua perusahaan kami ambil sampel limbahnya. Hanya yang menghasilkan limbah cair. Jumlahnya sekitar 50 itu. Perusahaan tersebut ada yang skala besar, sedang, atau menengah,” katanya.

Pengecekan limbah cair ini guna memastikan IPAL di setiap perusahaan berfungsi dengan baik. Di samping itu juga memastikan kondisi lingkungan di sekitar perusahaan tak tercemar.

“Setiap tahunnya memang ada pengecekan seperti itu. Dengan cara seperti ini, kami dapat mengetahui kondisi sebenarnya,” katanya.

Suwarno mengatakan setiap perusahaan penghasil limbah cair sebenarnya sudah diwajibkan melaporkan kondisi IPAL-nya ke DLH setiap bulan. Hasil pantauan DLH Karanganyar, seluruh perusahaan yang menghasilkan limbah cair mampu mengelola limbahnya tersebut dengan baik.

“Jika nantinya ditemukan perusahaan yang tak mengelola limbah dengan baik, biasanya kami tegur. Jika pelanggarannya fatal [hingga mencemari lingkungan sekitar], otomatis kami beri sanksi tegas [pencabutan izin lingkungan]. Tapi sejauh ini belum ada sanksi seperti itu,” katanya.