Wali Kota Solo Belum Ikhlas Sekda Budi Yulis Pensiun

Sekda Solo, Budi Yulistianto (ketiga dari kanan), berfoto bersama pegawai BPPKAD Kota Solo di Balai Kota Solo, Selasa (31/7 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
02 Agustus 2018 07:00 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo belum menunjuk pejabat pelaksana harian (Plh) Sekretaris Daerah (Sekda) menggantikan Budi Yulistianto yang pensiun per 1 Agustus 2018.

Akibatnya posisi jabatan tertinggi birokrasi aparatur sipil negara (ASN) ini kosong. “Hari ini baru akan kami rapatkan untuk menetapkan Plh. Sekda. Sementara surat menyurat, disposisi, dan lain sebagainya saya yang ambil alih,” kata Wakil Wali Kota (Wawali) Solo Achmad Purnomo ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Rabu (1/8/2018).

Dalam waktu dekat, Purnomo mengatakan Wali Kota akan menunjuk Plh. Plh tersebut akan bertugas selama sepekan sebelum akhirnya ditunjuk Penjabat (Pj) Sekda. Penunjukan Pj. Sekda nantinya harus sepengetahuan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan bertugas selama maksimal 3 bulan.

Jabatan Pj bisa diperpanjang kembali jika sekda definitif belum dilantik. Wali Kota F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan tidak ingin nggege mangsa (terburu-buru) mengisi jabatan Sekda. Alasannya Sekda Budi Yulistianto baru pensiun terhitung mulai 1 Agustus ini.

“Pak Budi kan baru pensiun pukul 00.00 WIB tadi malam. Saya tidak suka kalau baru pensiun sudah disiapkan pengganti,” katanya.

Wali Kota seolah belum rela kehilangan mantan Sekda tersebut. Rudy bahkan berniat mengangkatnya sebagai staf khusus wali kota. Hal ini lantaran Budi dinilai memiliki kemampuan manajerial yang bagus. Pemikirannya masih sangat dibutuhkan Pemkot Solo.

“Kalau di APBD tidak ada buat gaji Pak Budi, ya nanti saya gaji pakai duit pribadi,” katanya.

Sementara itu, Budi Yulistianto mengaku siap jika memang diminta membantu Pemkot Solo meskipun telah pensiun. Baginya tidak ada alasan untuk menolak jika dibutuhkan oleh negara. “Kalau memang diminta bantu, ya akan saya bantu,” katanya.

Seusai memasuki masa pensiun, Budi Yulistianto belum memiliki rencana apa pun. Dia hanya ingin berkumpul dengan keluarganya dan mengabdi untuk masyarakat dalam bidang lain. "Saya masih jadi Ketua RT di kampung,” katanya.