Begini Cara Unik Pendaki Difabel Solo Pamit Wali Kota

Sabar Gorky berjalan sembari menyeret ban untuk pamitan Wali Kota Solo, Kamis (2/8 - 2018).
02 Agustus 2018 20:42 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO - Pendaki difabel asal Solo, Sabar Gorky, mengawali rencana petualangannya mengibarkan Merah Putih di Gunung Elbrus Rusia dengan pamitan Wali Kota Solo. Cara pamitannya unik, yakni berjalan kaki dan menyeret ban seberat 20 kilogram (kg), Kamis (2/8/2018).

 

Sabar melaksanakan misi mengibarkan Sang Saka Merah Putih bersama tim Garuda Muda pada pertengahan Agustus. Mereka akan mengibarkan bendera merah putih serta menggelar upacara di Hari Kemerdekaan tepat tanggal 17 Agustus. Latihan fisik terus dilakukan Sabar. Salah satunya dengan berjalan kaki sejauh 1,2 kilometer dengan menarik dua buah ban saat hendak berpamitan dengan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Dua ban yang diseret tersebut mempunyai beban lebih kurang 20 kilogram.

 

Sinar matahari yang menyengat tubuh tak menyurutkan semangatnya. Sabar datang tidak menggunakan kendaraan, melainkan berjalan kaki dari kawasan Ngarsopuro sampai dengan Balai Kota. Sabar mulai perjalanan dari Ngarsopuro sekira pukul 11.30 WIB. Dalam perjalanannya pendaki berkaki satu itu didampingi sejumlah relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) Solo. Awalnya, Sabar menarik dua buah ban mobil, tapi sampai di tengah perjalanan dia berhenti dan menambah beban satu ban lagi. Kemudian lantaran mempertimbangkan kondisi fisiknya, sampai di Gladak satu buah ban dilepas.

 

Sengatan matahari yang cukup panas membuat keringat sabar semakin deras bercucuran. Setelah sekira 30 menit perjalanan, Sabar dan relawan dari PMI tiba di Balai Kota. “Saya datang untuk pamitan kepada Pak Wali Kota sebelum berangkat mendaki,” kata Sabar kepada wartawan. 

 

Selain berpamitan kepada orang nomor satu di Kota Solo itu, Sabar juga ingin menyampaikan kepada Wali Kota agar terus mendorong para difabel bisa lebih berprestasi. Sabar akan bertolak dari Indonesia pada 12 Agustus. Mereka berharap bisa tiba di puncak gunung tertinggi di Eropa itu pada 17 Agustus. Ekspedisi tersebut akan dilakukan oleh tim Garuda Muda yang terdiri dari sembilan orang, termasuk Sabar. "Ada empat orang yang masih pelajar SMA 68 Jakarta," kata Sabar. Selain itu, ekspedisi itu juga diikuti oleh dr. Agung Hadyono asal Madiun yang berusia lebih dari 60 tahun.

 

Sabar pernah mendaki Gunung Elbrus pada 2011 silam. Saat itu dia mendaki melalui jalur utara. Namun untuk pendakian ini nanti akan mencoba melalui jalur selatan. Pendakian gunung setinggi 5.642 meter di atas permukaan air laut menjadi ajang pemanasan bagi Sabar untuk ekspedisi selanjutnya yakni mendaki Gunung Vinson Massif di Kutub Utara. “Dari tujuh gunung tertinggi di dunia, sudah empat yang sudah saya taklukan. Yakni Gunung Kilimajaro (Afrika), Aconcagua (Argentina), Carstensz Pyramid (Papua) dan Elbrus (Rusia),” katanya.

 

Wali Kota Solo ikut memberikan perhatian pada ekspedisi itu sebab Sabar merupakan salah satu penyandang disabilitas di Kota Solo yang memiliki prestasi lebih, yaitu mampu mendaki gunung-gunung tertinggi di dunia. Pendakian ini akan mengharumkan nama bangsa. “Kami berharap Sabar berhasil kembali menaklukan Gunung Elbrus,” kata Rudy, sapaan akrabnya.