Bupati Sragen Yuni Dukung Jokowi Lanjutkan Periode Kedua

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menerima buku LHP BPK dari Kepala BPK Jateng Hery Subono di Kantor BPK Semarang, Senin (28 - 5) malam. (Istimewa/Tugiyono)
02 Agustus 2018 08:30 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Status kader Partai Gerindra tak menghalangi Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi) agar terpilih kembali menjadi presiden periode kedua pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

Hal itu dikatakan Yuni sekaligus mengonfirmasi informasi yang beredar di media online nasional yang menyatakan dirinya mendukung Joko Widodo (Jokowi) menjadi presiden dua periode. Sikap itu sebagai wujud rasa cinta dan dukungan seorang anak (bupati) kepada sang bapak (presiden).

Tokopedia

"Kalau kami minta sebagai anak, menyatakan rasa cinta, dukungan, tentunya sah-sah saja ta. Apa yang tidak boleh? Bagaimana pun beliau Presiden RI dan kami minta begitu banyak," ujar dia saat diwawancarai wartawan di kantornya, Rabu (1/8/2018).

Sebagai perempuan yang dilahirkan berdarah Jawa, Yuni mengaku selalu memegang teguh budaya Jawa. "Wong Jawa iki. Setiap habis selesai bicara selalu kami sampaikan, insya Allah Pak Jokowi kami doakan selalu sehat. Kami dukung untuk yang berikutnya, semangat. Beliau betul-betul humble dan welcome," sambung dia.

Ditanya ihwal ada atau tidaknya teguran dari Partai Gerindra, dia merasa tidak ada alasan bagi partai untuk menegur dia. "Setiap orang bisa ambil sikap apa pun terkait pandangan dan sebagainya. Kami [saat bertemu Presiden] berbicara sebagai kepala daerah. Kami berpikir bagaimana memenuhi kebutuhan daerah yang belum tersentuh," urai dia.

Yuni menerangkan pertemuannya dengan Presiden tidak sendirian, melainkan bersama sekitar 24 kepala daerah lain di Indonesia. Tapi saat itu para kepala daerah itu menunjuk Yuni menjadi juru bicara mereka untuk berbicara kepada Presiden.

Yuni berbicara menyampaikan aspirasi dan curhatan para kepala daerah itu di wilayah masing-masing. Tapi tak semua persoalan, hanya yang bersifat lokal, disampaikan langsung ke Presiden.

Kepala daerah yang masih mempunyai aspirasi yang bersifat lokal, ditulis di secarik kertas lalu disampaikan langsung kepada Presiden. Beberapa poin aspirasi kepala daerah dintaranya peningkatan kesejahteraan kepala daerah dan kebijakan penganggaran nasional.

Penuturan senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto. Menurut dia, kehadiran Bupati Sragen di hadapan Presiden dalam kapasitas sebagai kepala daerah, bukan partai politik. Sudah seyogyanya Bupati Yuni ngudarasa berbagai persoalan yang dihadapi. Kepala daerah itu tidak bicara dengan dasar kepentingan parpol.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Sragen, Sri Sunaryo, mengaku belum mendapat informasi ihwal pernyataan dukungan kepada Presiden Jokowi dari Bupati Yuni. Bahkan, menurut dia, hingga Rabu sore belum ada perintah apa pun dari DPP Partai Gerindra dan DPD Partai Gerindra Jateng untuk merespons apa yang disampaikan Yuni Sukowati.

"Saya belum dapat informasi soal itu. Dari DPP dan DPD juga belum ada petunjuk apa pun. Tapi kalau memang seperti itu, ya itu pilihan pribadi [Yuni]. Karena yang namanya politik itu dinamis. Mungkin isi hatinya Mbak Yuni tahun 2015 dengan 2018 sudah berubah. Kalau memang itu kehendak Mbak Yuni kami tidak bisa nggondheli," urai dia.

Sekretaris DPC PDIP Sragen, Suparno, menilai sikap para kepala daerah yang mendukung Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinannya sudah tepat. Program-program yang dijalankan Jokowi dinilai berhasil. Ihwal peluang Bupati Yuni untuk kembali ke pangkuan PDIP, menurut dia, itu kewenangan DPP PDIP untuk memutuskan.