Jejak Pasukan Mataram dan Ki Ageng Pandanaran di Asale Kalitengah Klaten

Warga melintasi gapura penanda masuk wilayah Dukuh Kalitengah, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten, Sabtu (30/6 - 2018). (Solopos/Cahyadi Kurniawan)
02 Agustus 2018 15:05 WIB Cahyadi Kurniawan Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN -- Asal usul Desa Kalitengah di Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, menorehkan kisah unik kaitannya dengan sejarah Kerajaan Mataram. Desa Kalitengah disebut-sebut merupakan desa tertua di Kecamatan Wedi.

Asale Kalitengah bermula saat sekelompok pasukan Kerajaan Mataram sedang melakukan perjalanan pulang bertugas ke Solo. Di tengah-tengah perjalanan, pasukan diserang sekelompok orang tak dikenal.

Mengetahui ada ancaman, pasukan lari bersembunyi ke sebuah kampung kecil terdekat. Kampung itu berada di tengah-tengah persawahan.

Dalam persembunyian itu pasukan Kerajaan Mataram melihat aktivitas warga setempat termasuk pasukan musuh yang memburu mereka. Namun, keanehan terjadi.

Pasukan musuh tak bisa melihat pasukan Kerajaan Mataram. Kesal pencariannya gagal, pasukan musuh meninggalkan kampung itu.

"Mungkin karena lokasinya kecil dan di tengah-tengah sawah, maka dinamai Kalitengah," ujar Kadus I Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Slamet Widodo, saat ditemui solopos.com di Dukuh Klumutan, Kalitengah, Sabtu (30/6/2018).

Di Kalitengah, lanjut Slamet, juga pernah tinggal seorang perempuan kaya raya bernama Nyi Tasik. Dia adalah seorang saudagar yang pernah menjadi tempat Ki Ageng Pandanaran ngenger (mengabdi).

Suatu ketika, Nyi Tasik memerintahkan Ki Ageng Pandanaran agar mencari kayu untuk memasak apam. Namun, Ki Ageng Pandanaran tak mengindahkan perintah itu.

Ia memilih memasak apam menggunakan tangannya yang mengeluarkan api.

"Melihat kejadian itu Nyi Tasik jadi tahu ternyata orang yang ikut dia itu orang sakti. Makam Nyi Tasik masih ada di Kalitengah," sambungnya.

Desa Kalitengah disebut-sebut menjadi desa tertua di Wedi. Desa itu memiliki 68 RT dari 30 RW. Selain pertanian, sektor perdagangan juga menjadi salah satu potensi desa yang merupakan ibu kota Kecamatan Wedi.