Tak Puas Vonis, 2 Terdakwa Politik Uang Ajukan Banding

Terdakwa politik uang, Sarwo (berpeci hitam) bersalaman seusai menjalani persidangan dengan agenda pembacaan vonis di PN Karanganyar, Senin (30 - 7). Terdakwa Sarwo dan Sugeng masing/masing divonis 38 bulan penjara dan 36 bulan penjara dan denda. (Ponco Suseno)
02 Agustus 2018 21:02 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Dua terdakwa perkara politik uang di Pilbup 2018 mengajukan banding atas vonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar, Kamis (2/8/2018). Sebelum mengajukan banding, kedua terdakwa sempat memilih opsi pikir-pikir setelah mendengarkan vonis, Senin (30/7/2018).

Berdasarkan data yang dihimpun Solopos.com, PN telah memvonis dua sukarelawan pasangan calon Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih di Pilbup 2018, yakni Sarwo dan Sugeng dengan hukuman penjara masing-masing 38 bulan dan 36 bulan. Di samping itu, Sarwo dan Sugeng didenda Rp200 juta subsider satu bulan kurungan. Di hadapan majelis hakim yang diketuai Sri Haryanto, Sarwo dan Sugeng dinilai terbuksi bersalah melanggar Pasal 187 A UU No. 10/2016 tentang Pilkada.

“Hari ini [kemarin] menjadi waktu terakhir bagi klien kami untuk pikir-pikir. Hari ini pula [kemarin], kami sudah mengajukan banding ke PN Karanganyar. Kami akan melengkapi memori banding besok [hari ini],” kata salah satu penasihat hukum Sarwo dan Sugeng, Sugiyono, kepada Solopos.com, Kamis (2/8/2018).

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, belum memutuskan apakah mengajukan banding sebagaimana yang diajukan penasihat hukum Sarwo dan Sugeng. “Saya belum tahu itu [belum memperoleh laporan dari anak buahnya terkait banding atau tidak]. Yang jelas, putusan PN Karanganyar sudah mencapai dua per tiga dari tuntutan JPU. Artinya, JPU pun sebenarnya tak harus banding. Tapi, nanti akan dicek lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Karanganyar, Joko Tri Susilo, menilai keputusan yang diambil PN Karanganyar tidak adil. Keputusan tersebut sangat disayangkan karena proses hukum tersebut serba tidak sehat. “Para terdakwa merupakan korban jebakan. Di samping itu juga sudah ada pengondisian dengan penekanan [kepada kedua terdakwa],” katanya kepada Solopos.com, Selasa (31/7/2018).

Di Pilbup 2018 di Bumi Intanpari diikuti pasangan calon nomor urut 1, Rohadi Widodo-Ida Retno Wahyuningsih, yang diusung PKS dan Partai Gerindra dan pasangan calon nomor urut 2, Juliyatmono-Rober Christanto, yang diusung PDIP, Partai Golkar, PPP, PKB, Partai Hanura, Partai Demokrat, PAN. Pertarungan dua pasangan calon di Pilbup 2018 itu dimenangi Juliyatmono-Rober Christanto.