Ini Perhitungannya, Tanam Semangka dan Bawang Merah Lebih Menguntungkan

THL TBPP Selogiri, Wonogiri, Mulyadi (kanan), bersama rekannya mengecek tanaman semangka di lahan dekat Kantor BPP Selogiri, Rabu (1/8/2018). (Solopos - Rudi Hartono)
02 Agustus 2018 15:32 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI—Penyuluh Pertanian di Wonogiri menganjurkan petani menanam hortikultura memasuki kemarau ini.

Tanaman tersebut dapat hidup dengan baik di sawah yang minim air. Selain itu, nilai keuntungannya juga lebih besar.

Merujuk hasil panen demonstrasi plot (demplot) di Ngricik, Pule, Selogiri, Wonogiri, menanam padi di lahan seluas 4.000 m2 dengan modal Rp5,035 juta hanya mendapat untung Rp4,9 juta/MT dengan proyeksi produksi 2,5 ton dan harga Rp4.000/kg.

Sedangkan menanam semangka di lahan yang lebih sempit, yakni 3.000 m2, hasilnya jauh lebih besar mencapai 6 ton.
Dengan modal Rp6,7 juta, bisa untung Rp11,2 juta dengan asumsi harga semangka Rp3.000/kg. Keuntungan itu bisa lebih besar jika harga mencapai Rp4.000/kg atau Rp5.000/kg.

Menanam bawang merah di lahan seluas 0,1 ha dengan modal Rp12,1 juta bisa untung Rp9,3 juta. Perhitungannya, pada lahan seluas itu bisa memproduksi bawang merah 1,5 ton, dan harga jualnya Rp15.000/kg.

“Memasuki kemarau ini ada petani yang menanam hortikultura tapi jumlahnya belum banyak. Luasnya hanya berkisar 67 hektare,” kata Tenaga Harian Lepas Tanaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL TBPP), Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Selogiri, Wonogiri, Mulyadi, saat berbincang dengan Solopos.com, Rabu (1/8/2018).

Berdasarkan data BPP, budidaya semangka bisa ditemui di wilayah Jaten seluas 3,5 ha, Kaliancar 1,5 ha, dan Singodutan 6.000 m2. Ada juga melon di Gemantar seluas 0,5 ha, Kaliancar 0,5 ha, dan Kepatihan 0,5 ha.

Selain itu, ada juga petani yang menanam cabai di lahan seluas 20 ha di Jaten, Jendi, Kepatihan, dan Pule.

Petani juga menanam kedelai di lahan seluas lebih kurang 5 ha di Pule, kacang tanah seluas 5 ha di Sendang Ijo.

Sebelumnya, Bupati Joko Sutopo, juga memberi anjuran secara langsung kepada petani saat memanen semangka di Ngricik.
Mereka menanam semangka pada saat menjelang Lebaran.

Petani menanam dua bulan sebelum Lebaran, sehingga saat momen Lebaran harga jual bisa tinggi.