Ngapain Saja Sih Jekek Saat Gowes? Penasaran?

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo (kiri), berbincang dengan warga saat gowes di Slogohimo, Senin (30/7 - 2018) lalu. (Istimewa)
02 Agustus 2018 17:00 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI--Ribuan peserta Gowes Peduli bersiap memacu sepeda kayuh di garis awal depan Sekretariat Daerah (Setda), Minggu (28/1/2018) pagi. Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, di antaranya.

Bupati mengenakan perlengkapan lengkap, helm, kaca mata, dan sarung tangan. Kapolres, AKBP Robertho Pardede, dan pejabat lain mengikuti.

Tokopedia

Gowes mengambil rute depan Setda ke barat, pertigaan sudut Kantor BRI Cabang Wonogiri ke kanan, pertigaan ke kiri lalu perempatan Ponten ke kanan. Sampai di pertigaan Kerdu Kepik ke kanan masuk Alas Kethu hingga Desa Wonokerto, selanjutnya ke arah Jatipuro, Karanganyar.

Sesampainya di perempatan besar ke kanan ke arah Pojok, lalu Manjung, Purwosari hingga Jembatan Pokoh. Selanjutnya melalui Jl. Murtipranoto dekat SMAN 1 Wonogiri hingga ke alun-alun.

Sampai di sebuah dusun di Desa Purwosari, Wonogiri, Bupati tiba-tiba menghentikan laju sepedanya menghampiri kerumuman warga. Dia tak peduli terpisah dari rombongan.

Seorang warga menginformasikan ada lelaki renta menderita stroke, tetapi tak bisa berobat.

Saat itu juga Bupati menengok warga bersangkutan. Setelah mengetahui kondisi sebenarnya, Bupati mencari sesobek kertas. Dia menuliskan sesuatu lalu membubuhkan tanda tangan. Kemudian dia menyerahkan kertas itu kepada warga yang sakit dan memintanya memberikan sobekan kertas kepada pihak rumah sakit.

Bupati menginstruksikan ambulans yang mengawal peserta gowes membawa warga tersebut ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso untuk dirawat.

“Semoga lekas sembuh Pak. Jangan memikirkan soal biaya perawatan. Pemerintah yang akan menanggung [melalui program perawatan gratis bagi pasien rawat inap kelas III RSUD],” ucap Sutrisno, menirukan Bupati, ketika berbincang dengan Solopos.com di Setda, Kamis (2/8/2018).

Sutrisno adalah pegawai Bagian Humas Setda yang kerap mengikuti Bupati saat gowes. Dia mengabadikan momen-momen Bupati di segala kesempatan.

“Jadi kalau Pak Bupati tiba-tiba berhenti saat gowes, lalu menghampiri warga, itu sudah biasa terjadi,” ulas lelaki yang akrab disapa Sutris itu.

Jekek bersepeda sejauh 10 kilometer dengan melewati Desa Randusari, Klunggen, dan singgah di Soco, meresmikan pembangunan saluran irigasi bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Senin (30/7/2018). (Ist)

Bagi Bupati, gowes bukan sekadar olahraga. Gowes jadi sarana PDKT (pendekatan) dan berinteraksi dengan warga. Lelaki yang akrab disapa Jekek hampir melakukannya setiap hari, terutama pagi hari sebelum menjalani rutinitas pekerjaan atau sore hari setelah bekerja.

Dengan bersepeda dia bisa menyusuri jalan perkampungan, gang-gang kecil, bahkan di persawahan menemui petani.

Dengan cara itu Bupati bisa bercengkerama, berbincang mengenai kehidupan sehari-hari dan warga dapat menyampaikan aspirasi atau bahkan keluhan secara langsung tanpa tedeng aling-aling.

Informasi Akar Rumput

Dari hal itu Bupati bisa mengetahui kondisi lapangan yang sebenarnya, ihwal jalan, kesehatan warga, masalah rumah, dan sebagainya.
“Justru saat tak ada sekat itulah warga bisa menyampaikan apa pun. Itu yang saya mau, informasi yang murni dari warga,” ucap Jekek.

Informasi akar rumput mengilhami Bupati dalam membuat kebijakan. Tak sedikit kebijakan yang diambilnya dua tahun terakhir adalah “oleh-oleh” sepulang gowes, seperti mengalokasikan anggaran senilai Rp6 miliar untuk perbaikan rumah tak layak huni (RTLH). Bupati membuat kebijakan itu setelah mengetahui secara langsung kondisi rumah warga di berbagai wilayah saat gowes puluhan kilometer ke Pracimantoro, Girimarto, dan lainnya.

Dari hal itu matanya terbuka, ternyata masih banyak warganya yang menghuni rumah reyot, bahkan hampir rubuh.

“Tak sedikit warga yang mengeluhkan pelayanan puskesmas dan RSUD. Mereka sambat lama antre karena dokter tak kunjung datang dan sebagainya. Alhamdulillah sekarang layanan lebih baik,” ujar Bupati.