Penderita Gangguan Jiwa Keloran Wonogiri Jadi 36 Orang

Tim dari Dinas Kesehatan sedang melakukan proses pendataan dan identifikasi pada Sariyanto (dua dari kiri) di Temulus, Desa Keloran pada Senin (30/7/2018) siang. (Solopos.com - Ichsan Kholif Rahman)
02 Agustus 2018 18:15 WIB Ichsan Kholif Rahman Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri akhirnya turun tangan mendata dan memeriksa para penderita gangguan kejiwaan maupun keterbelakangan mental di Desa Keloran, Selogiri.

Dari hasil pendataan oleh DKK didapati jumlah penderita gangguan jiwa di desa itu bukan hanya 21 orang melainkan 36 orang. Kepala DKK Wonogiri, Adi Dharma, saat dihubungi Solopos.com , Kamis (2/8/2018), mengatakan hasil pendataan awal Desa Keloran jumlah awal penderita 21 dan saat ini bertambah menjadi 36 orang.

Tokopedia

“Hasil dari pendataan dengan kuisioner akan terlihat klasifikasi ringan, sedang, berat, dan tingkat kemandirian. Tingkat kemandirian dalam hal ini penderita gangguan jiwa dilihat dari pemenuhan kebutuhan hidup. Saat ini hasil pendataan sedang diproses. Kita tunggu saja hasilnya karena jenis penyakitnya macam-macam,”ujarnya.

Ia menambahkan saat ini DKK Wonogiri juga harus menunggu hasil pemeriksaan oleh dokter spesialis kejiwaan yang rencananya dilakukan pada Rabu (8/8/2018).

Kepala Desa Keloran, Sumaryanto, mengatakan seluruh penderita gangguan jiwa sebanyak 36 orang akan dikumpulkan di Balai Desa Keloran untuk menjalani pemeriksaan. Para penderita gangguan jiwa ini akan didampingi keluarga dan acara itu akan dihadiri tokoh masyarakat, ketua RT, dan ketua RW, agar dapat mengetahui masalah tersebut.

Dengan mengetahui hal-hal tersebut ia mengharapkan masyarakat dapat pula mengetahui para penderita gangguan jiwa tidak perlu dipinggirkan namun justru harus diberi perhatian.

Para penderita gangguan jiwa tersebar di beberapa dusun Desa Keloran. Di Dusun Keloran terdapat enam penderita, Dusun Ngembong lima penderita, Dusun Melikan enam penderita, Dusun Kernen tiga penderita, Dusun Kalipuru tiga penderita, Dusun Melati tujuh penderita, dan Dusun Tumulus terdapat lima penderita.