Kelar Dibangun, Jembatan Tirtonadi Barat Solo Bisa Dilintasi

Pengendara kendaraan bermotor melintasi Jembatan Tirtonadi sisi barat yang sudah selesai dibangun di Gilingan, Banjarsari, Solo, Kamis (2/8 - 2018). (Solopos/Nicolous Irawan)
03 Agustus 2018 05:00 WIB Irawan Sapto Adhi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- PT Bima Agung selaku kontraktor proyek Penggantian Jembatan Tirtonadi Solo telah menyelesaikan pembangunan jembatan sisi barat.

Pada Kamis (2/8/2018) pagi, konstruksi jembatan baru tersebut mulai bisa dimanfaatkan untuk akses kendaraan bermotor menyeberangi Kali Anyar dari arah Terminal Tirtonadi menuju wilayah Kelurahan Nusukan atau sebaliknya.

Tokopedia

Jembatan Tirtonadi sisi barat dibuka untuk menggantikan fungsi dari Jembatan Tirtonadi lama atau sisi timur yang sebentar lagi gantian akan dibongkar.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Kamis siang, kendaraan dari arah Nusukan tampak agak kesulitan ketika hendak mangakses Jembatan Tirtonadi sisi barat. Terjadi penyempitan jalan di mulut jembatan sisi utara.

Namun, arus lalu lintas di jembatan ramai lancar. Kontraktor telah memasang pembatas lajur jalan sehingga mencegah para pengendara menyalip hingga masuk ke lajur jalan dari arah berlawanan.

Hanya dari segi kebersihan, perlu ada penanganan lebih lanjut. Masih ditemukan pasir di badan jalan jembatan baru.

Saat dimintai konfirmasi, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Ari Wibowo, mengaku telah meninjau lokasi jembatan Tirtonadi sisi barat pada Kamis pagi. Dia memastikan Dishub telah meminta kontraktor membersihkan pasir di jembatan.

“Tentang pasir, kami sudah minta kontraktor membersihkannya. Mungkin pasir bisa dibersihkan dengan disemprot air atau kontraktor bisa juga minta tolong dinas terkait mengerahkan mobil Reksa Ratan,” kata Ari saat dihubungi Solopos.com, Kamis sore.

Ari mengatakan Dishub juga telah meminta kontraktor menambah rambu portabel di sekitar Jembatan Tirtonadi yang baru itu. Rambu portabel lebih banyak diperlukan untuk mengarahkan pengendara menemukan jalan yang tepat ketika ingin mengakses Jembaran Tirtonadi sisi barat.

Selain itu, Dishub juga memberi catatan soal perbedaan ketinggian antara badan jalan jembatan dengan badan Jl. A. Yani dan Jl. Piere Tendean.

“Terus masalah beda ketinggian. Kami minta jangan terlalu njeglek bedanya antara jembatan dengan jalan. Diharapkan bisa lebih landai. Soal lebar jalan pada jembatan sudah mumpuni, namun memang belum ada rambu dan markah permanen mengingat sekarang masih dalam proses pembangunan,” jelas Ari.

Diwawancarai sebelumnya, Kepala Pelaksanan Proyek Penggantian Jembatan Tirtonadi dari PT Bima Agung, Ari Nugroho, yakin pembangunan Jembatan Tirtonadi sisi barat bisa selesai tepat waktu pada awal sampai pertengahan Agustus. Dia menuturkan PT Bima Agung berencana langsung melanjutkan pengerjaan proyek pembangunan jembatan sisi timur seketika proses pembangunan jembatan sisi barat rampung hingga bisa dilalui kendaraan.

“Jembatan sisi barat bisa dilewati kendaraan setelah proses rigid jalan yang sedang kami kerjakan saat ini selesai. Perkiraan kami proses tersebut bisa rampung pada pekan kedua bulan Agustus. Nanti kami langsung gantian menggarap jembatan sisi timur,” jelas Ari saat diwawancarai Solopos.com, Jumat (20/7/2018).