Finalis Putra Putri Solo 2018 Digenjot Latihan Public Speaking

Finalis Putra Putri Solo (PPS) 2018 mendengarkan pemaparan Pandapotan Rambe (Bang Potan) terkait public speaking untuk menarik wisatawan di Hotel Paragon Solo, Sabtu (28/7 - 2018). (Solopos/Ivan Andimuhtarom)
03 Agustus 2018 08:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Menjelang malam grand final, finalis Putra Putri Solo (PPS) 2018 digenjot pelatihan dan pembekalan.

Seperti halnya yang dilakukan 20 finalis PPS 2018 pada Kamis (2/8/2018) di Hotel Sunan Solo. Mereka menjalani serangkaian pelatihan dan pembekalan berupa teknik public speaking, cara menghadapi audience, serta mengekspresikan diri.

Tokopedia

“Hari ini kegiatannya memang kami push untuk pelatihan dan pembekalan menghadapi malam puncak PPS,” kata Ketua Panitia Pelaksana PPS 2018 RAy. Febri H. Dipokusumo ketika berbincang dengan Solopos.com, Kamis.

Pelatihan dan pembekan berupa public speaking maupun bagaimana mengeskpresikan diri dinilai penting diberikan bagi para finalis. Mengingat mereka akan tampil di depan umum pada puncak pemilihan PPS yang dilaksanakan di halaman Balai Kota Solo, Sabtu (4/8/2018) malam. Dalam kesempatan itu akan dilaksanakan pula parade finalis dan question and answer, serta penampilan tarian jawa keprajuritan. “20 finalis PPS akan menari Keprajuritan di malam pemilihan PPS. Latihan menari sudah mereka lakukan sejak pekan lalu,” katanya.

Gusti Febri mengatakan para finalis dituntut mampu menari Jawa sebagai salah satu penguasaan terhadap kebudayaan Jawa. Budaya Jawa juga menjadi salah satu materi yang telah diberikan kepada para finalis selama masa orientasi. Harapannya finalis memahami budaya Jawa dan perkembangannya. Apalagi Kota Solo memiliki nilai sejarah yang panjang.

Lebih lanjut Gusti Febri mengatakan penampilan PPS di malam puncak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Sebab gelaran puncak grand final pemilihan Putra Putri Solo 2018 akan dilaksanakan spektakuler dengan diramaikan penampilan artis Ibukota di malam penganugerahan duta Kota Bengawan tersebut.

“Meski digelar spektakuler, namun nuansanya tanpa meninggalkan essensi malam grand final PPS. Yakni pemilihan tetap dilakukan dengan menggunaka sistem penjurian,” katanya.

Kepala Dinas Pariwata (Dispar) Solo Hasta Gunawan mengatakan Pemkot menggandeng Bank Rakyat Indonesia (BRI) guna mendukung pendanaan dalam gelaran malam puncak Putra Putri Solo 2018. Gelaran tersebut sengaja dikonsep berbeda dengan menghadirkan artis-artis ibukota sekaligus sebagai upaya mempromosikan Kota Bengawan.

Selain itu pula mendongkrak pengunjung yang ditargetkan mampu mencapai 6.000 orang.

“Jadi tidak monoton itu-itu saja, tapi ada yang berbeda. Dan ini juga sesuai arahan Pak Wali agar PPS gaungnya lebih hebat,” katanya.