Waduh Subterminal Semanggi Solo Dipenuhi Binatang, Kenapa?

Pedagang hewan kurban musiman berjualan di subterminal angkutan Semanggi, Pasar Kliwon, Jumat (3/8 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
03 Agustus 2018 21:43 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Pasar Hewan Semanggi, Pasar Kliwon, Kota Solo tidak mampu menampung banyaknya pedagang hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 22 Agustus 2018. Mereka terpaksa berjualan di subterminal angkutan Semanggi. Angkutan pun harus berbagi tempat dengan hewan.

Pantauan solopos.com di subterminal angkutan Semanggi, Jumat (3/8/2018), pedagang mengikat hewan kurban di antara angkutan. “Seperti tahun sebelumnya menjelang Iduladha banyak pedagang hewan kurban kambing musiman di Pasar Hewan Semanggi. Banyaknya pedagang hewan kurban musiman membuat pasar penuh,” ujar seorang pedagang hewan kurban, Kasdiman, saat ditemui solopos.com di pasar itu, Jumat.

Tokopedia

Kasdi mengungkapkan hari biasa hanya ada puluhan pedagang kambing. Namun, pada saat menjelang Iduladha jumlah pedagang bertambah dua kali lipat atau menjadi seratusan orang. “Kondisi pasar tidak lagi mampu menampung ratusan pedagang hingga akhirnya meluber berjualan di pinggir Jl. Sungai Serang atau depan pasar. Banyaknya pedagang berjualan di pinggir jalan mengakibatkan arus lalin macet. Saya sebelumnya berjualan di pinggir jalan kemudian dipindahkan ke dalam subterminal angkutan Semanggi,” kata dia.

Warga Palur, Karanganyar ini mengaku berjualan di Semanggi sangat menguntungkan karena setiap hari buka. Berbeda dengan pasar hewan lainnya seperti di Bekonang, Mojolaban, Sukoharjo, pasar hewan hanya buka pada Kliwon. “Harga kambing juga mulai naik. Kambing ukuran sedang sebelumnya hanya Rp1,5 juta sekarang menjadi Rp2 juta. Saya setiap hari membawa lima kambing berjualan di Pasar Hewan Semanggi,” kata dia.

Hal senada diungkapkan pedagang lainnya, Suratno, warga Sragen. Ia baru sepekan berjualan di Pasar Hewan Semanggi. Selama sepekan banyak yang membeli hingga akhirnya mengajak teman sekampung ikut berjualan di Kota Solo. “Saya berjualan di dalam subterminal angkutan Semanggi karena di dalam pasar sudah penuh,” kata dia.

Lurah Pasar Hewan Semanggi, Sunyata, mengungkapkan pengelola pasar sudah memberi tahu agar pedagang tidak berjualan di subterminal Semanggi karena digunakan penumpang untuk naik dan turun angkutan kota. Sementara pedagang kalau dibiarkan berjualan di pinggir jalan raya mengganggu arus lalin. “Kami menyediakan lokasi sisi arah selatan pasar sebagai tempat berjualan hewan kurban. Menjelang H-7 Iduladha biasanya jumlah pedagang hewan kurban bertambah banyak,” kata dia.