PBB Sukoharjo Masih Punya 8 Bacaleg di 4 Dapil

Ilustrasi caleg. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
03 Agustus 2018 19:15 WIB Trianto Heri Suryono Sukoharjo Share :

Solopos.com, SUKOHARJO -- Partai Bulan Bintang (PBB) Sukoharjo masih memiliki delapan bakal calon anggota legislatif (bacaleg) dari 10 orang yang diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sukoharjo.

Hal itu disampaikan Ketua DPC PBB Sukoharjo, Joko Wiyatmoko, menanggapi informasi sebelumnya yang menyebut bacaleg PBB habis karena dicoret Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dihubungi Espos, Jumat (3/8/2018), Joko mengatakan delapan bacaleg tersebut mengisi empat daerah pemilihan (dapil) dari lima dapil.

Tokopedia

Satu dapil yang tidak ada bacaleg PBB karena dicoret yakni dapil V. Dua bacaleg PBB di dapil V dicoret karena salah satu bacaleg perempuan mundur sehingga otomatis tak memenuhi kuota 30 persen perempuan dan hal itu berakibat gugurnya bacaleg laki-laki di dapil tersebut.

Berkas kedelapan bacaleg PBB masih diverifikasi KPU Sukoharjo dan diyakini semuanya memenuhi syarat sehingga bisa tetapkan dalam daftar calon tetap (DCT) yang akan diumumkan KPU.

Joko mengatakan dapil V Sukoharjo meliputi Kecamatan Mojolaban dan Kecamatan Polokarto. Tadinya di dapil tersebut ada dua bacaleg PBB dengan komposisi satu bacaleg laki-laki dan satu bacaleg perempuan.

“Bacaleg perempuan di dapil V mundur karena kepentingan lain. Kami tidak memungkinkan mencari pengganti karena batas waktu untuk memenuhi berkas mepet.”

Dampaknya, ujar Joko, bacaleg laki-laki di dapil V gugur karena kuota perempuan tidak terpenuhi. “Saya sudah komunikasi dengan Pak Muladi dan apa yang disampaikan Pak Muladi di pemberitaan benar. Jika hanya satu caleg di dapil maka prioritas perempuan. Yang jadi masalah judul berita itu terlalu meresahkan orang kita [PBB]. Judul berkonotasi negatif terhadap PBB,” jelasnya.

Joko mengatakan berkas delapan bacaleg PBB sudah tidak ada masalah. “Persyaratan delapan bacaleg oke. Kami sudah komunikasi dengan KPU Sukoharjo.”

Diberitakan sebelumnya, KPU Sukoharjo mencoret sembilan bacaleg peserta Pemilu 2019. Sembilan bacaleg itu terdiri atas delapan bacaleg tidak mengirimkan berkas revisi hingga batas akhir 31 Juli, pukul 00.00 WIB dan satu bacaleg gugur.

Gugurnya bacaleg dikarenakan kuota perempuan sebesar 30% tidak dipenuhi. Komisioner KPU Sukoharjo, Achmad Muladi, mengatakan delapan bacaleg itu yang tak menyerahkan berkas perbaikan terdiri dari dua bacaleg Partai Berkarya, satu bacaleg PAN, empat bacaleg dari Partai Garuda, dan satu bacaleg dari PBB.

Satu bacaleg dinyatakan gugur karena terdampak pengunduran diri bacaleg perempuan di dapil yang sama. Menurutnya, bacaleg yang gugur dari PBB.

"Bacaleg tak mengembalikan berkas berjumlah delapan orang sedangkan satu bacaleg lagi gugur akibat terdampak bacaleg lain," ujarnya.