Bertemu Presiden, Bupati Sragen Curhat Soal Tol Soker

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, bersama beberapa kepala daerah berfoto bersama Presiden Jokowi di Jakarta, Selasa (31/7 - 2018). (Istimewa)
03 Agustus 2018 10:00 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, meminta bantuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyelesaikan beberapa persoalan yang dihadapi Kabupaten Sragen.

Permintaan itu disampaikan secara langsung oleh Yuni, panggilan akrab Bupati, saat ditunjuk sebagai juru bicara beberapa kepala daerah di Tanah Air dalam pertemuan dengan Presiden di Jakarta, Selasa (31/7/2018) lalu.

Tokopedia

Lantaran menjadi juru bicara, Yuni bisa menyampaikan secara lisan poin-poin yang diharapkan mendapat bantuan dari Presiden. Sedangkan kepala daerah lainnya menyampaikan secara tertulis.

"Karena padatnya waktu Presiden, teman-teman menyampaikan usulan secara tertulis. Tapi saya karena jadi juru bicara bisa menyampaikan langsung kepada Presiden," ujar dia kepada wartawan di Sragen, Kamis (2/8/2018).

Menurut Yuni, saat itu ada sekitar 25 kepala daerah yang bertemu dengan Presiden. Kedatangan mereka bertemu Jokowi atas undangan langsung Presiden beberapa hari sebelumnya.

"Perwakilan Jateng ada tiga Bupati, salah satunya saya. Yang lainnya ada dari Toraja, Bantaeng, Bulukumba, Halmahera Utara, dan Kepri. Kami ke Istana karena diundang Presiden," tutr dia.

Yuni menerangkan beberapa urusan Sragen yang diusulkan ke Presiden yaitu dampak dari beroperasinya jalan tol. Seperti halnya Brebes, wilayah Sragen juga dilewati jalan tol Solo-Kertosono.

Sejak diresmikan Presiden beberapa pekan lalu, hingga kini ruas tol Solo-Pungkruk, Sragen, masih sepi. Salah satu penyebabnya menurut Yuni karena tarif tol yang terbilang mahal.

"Tarif tol Solo-Sragen sebesar Rp24.000 masih mahal sehingga sepi. Arus lalu lintas di jalan raya Sragen-Solo masih padat. Untuk itu kami juga usulkan jalan raya dibuat empat lajur," urai dia.

Secara spesifik, Yuni mengatakan jalan yang diusulkan menjadi empat lajur yaitu ruas Masaran hingga batas kota Sragen. Desain empat lajur menurut dia sudah saatnya diterapkan di jalur itu.

Usulan lain yang disampaikan Yuni yaitu tambahan dana transfer dari pusat untuk daerah yang berprestasi. Kebijakan itu dinilainya bisa memacu pemerintah daerah untuk terus berinovasi.

Tak ketinggalan Yuni meminta bantuan anggaran untuk penataan dan pengembangan Gunung Kemukus. "Semua yang saya sampaikan dicatat langsung Presiden," tambah dia.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sragen, Tatag Prabawanto, optimistis usulan Sragen yang disampaikan Bupati akan mendapat respons positif dari pemerintah pusat lantaran Presiden yang menerima.

Dengan adanya sokongan dari pemerintah pusat, dia yakin Sragen dapat membangun lebih cepat. Salah satunya dengan usulan agar Sragen mengelola rest area jalan tol Soker.