Terlibat Perampokan, Kades dan Perdes Sragen Diciduk Polisi

ilustrasi penangkapan (id.gofreedownload.net)
03 Agustus 2018 17:15 WIB Kurniawan Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Kepala Desa Kaloran, Gemolong, Sragen, Suraya, dan seorang perangkat Desa Jenalas, Gemolong, Jamin, 50, ditangkap tim Satreskrim Polres Kudus, Jumat (3/8/2018) pukul 09.00 WIB.

Mereka ditangkap atas dugaan terlibat tindak pidana perampokan di Kabupaten Kudus. Polisi juga menangkap Kustadi, 55, warga Gemulung RT 010/RW 004 Kwangen, Gemolong.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Jumat sore, dalam penangkapan tersebut Tim Polres Kudus dibantu beberapa personel Polsek Gemolong. Ketiga orang itu ditangkap di rumah masing-masing.

Kapolsek Gemolong, AKP Supadi, mewakili Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman, saat diwawancarai wartawan mengonfirmasi penangkapan tiga orang di wilayah hukum Polsek Gemolong itu.

"Iya [ditangkap], Lurah Kaloran, dan perangkat Desa Jenalas," ujar dia.

Supadi menjelaskan ketiga orang yang ditangkap tersebut diduga terkait kasus pencurian yang disertai kekerasan. Tapi Supadi tak tahu detail kasus itu.

"Kasus 365 KUHP. Modusnya penggandaan uang. Tapi saat [korban] mengantarkan uang, diarahkan, lalu dieksekusi teman-teman dia [tersangka]," kata dia.

Supadi menerangkan dari tindak perampokan yang dilakukan, korban mengalami kerugian sekitar Rp350 juta. Korban yang belum diketahui identitasnya menurut informasi berasal dari Jawa Timur.

"Jadi laporan awal korbannya satu. Tapi mungkin bisa berkembang [beberapa korban]. Kalau soal identitas korban saya tak tahu. Tadi malam saya cuma sepintas saja informasinya," urai dia.

Terpisah, Camat Gemolong, Joko Suratno, mengaku juga mendapat informasi ihwal penangkapan Kades Kaloran dan Perdes Jenalas oleh kepolisian pada Kamis malam. Tapi dia tidak tahu detail kasus yang menjerat mereka.

"Saya juga dapat info itu. Tapi pastinya kasus apa saya tidak tahu. Saya cek ponselnya [Kades Kaloran] tidak aktif," tutur Joko.

Dia menjelaskan penangkapan Kades Kaloran tak akan mengganggu pelayanan masyarakat. Secara kelembagaan, Pemdes Kaloran sudah punya prosedur.

"Kalau Kades berhalangan, Sekdes bisa melaksanakan tugas-tugas dalam jangka waktu tertentu. Sambil menunggu kepastiannya, untuk pelayanan desa akan dikoordinasikan Sekdes," kata dia.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang diatur dalam Pasal 365 KUHP diancam hukuman penjara paling lama sembilan tahun.