8 Bulan, 34 Orang Meninggal Akibat Lakalantas di Solo

Anggota Satlantas Polresta Solo mengevakuasi korban lakalantas di Jajar, Laweyan, Jl. Ahmad Yani, Jumat (3/8 - 2018). (Solopos/Muhammad Ismail)
04 Agustus 2018 16:45 WIB Muhammad Ismail Solo Share :

Solopos.com, SOLO – Satuan lalu lintas (Satlantas) Surakarta mencatat sebanyak 34 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) selama delapan bulan, terhitung Januari hingga 4 Agustus. Sebagian besar lakalantas akibat pengemudi kurang berhati-hati saat berada di jalan raya.

“Jumlah korban meninggal dunia akibat lakalantas tahun ini menurun. Tahun lalu dengan bulan sama jumlah korban meninggal dunia 40 orang. Kami akan lebih gencar melakukan sosialisasi agar sisa empat bulan ke depan tidak ada lagi korban jiwa akibat lakalantas,” ujar Kanitlaka Satlantas Polresta Solo Iptu Bambang Subekti saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Sabtu (4/8/2018).

Tokopedia

Bambang mengungkapkan dari data jumlah kasus lakalantas tahun ini naik dibandingkan tahun lalu. Tahun ini terjadi sebanyak 485 kasus lakalantas dengan perincian 520 orang luka ringan dan luka beratnya nihil. Sementara tahun lalu terjadi sebanyak 355 kasus lakalantas dengan perincian 356 orang luka ringan dan luka beratnya tidak ada.

Ia menjelaskan kecelakaan tahun ini masih didominasi di daerah rawan lakalantas seperti di Jl. Ahmad Yani, Jl. Adisucipto, Jl. Slamet Riyadi, dan Jl. Yos Sudarso. Sebanyak 90 persen kasus lakalantas disebabkan karena human error seperti menyeberang tidak melihat kondisi jalan, melanggar rambu lalu lintas, dan menerobos traffic light.

“Kasus lakalantas di depan Lokananta, Kerten, Laweyan Jl. Ahmad Yani mengakibatkan, Eko Wahyudi, 75, warga Sumber, Banjarsari meninggal dunia di lokasi kejadian akibat melanggar rambu lalu lintas. Kami menduga Eko nekat melawan arus untuk menyeberang di perempatan samping kelurahan Kerten,” kata dia.

Satlantas, lanjut dia, masih memintai keterangan sopir truk, Mu’alim warga Kediri, Jatim dalam kasus ini. Anggota Satlantas juga sudah memberi tahu kabar duka ini kepada anggota keluarga Eko di Sumber. Hasil keterangan keluarga, Eko meninggalkan rumah sekitar pukul 13.00 WIB tanpa pamit keluarga. Kemudian ditemukan meninggal dunia di Jl. Ahmad Yani.

“Kami mendapatkan keterangan dari keluarga di sumber, kalau Eko baru saja berobat ke dokter sebelum pergi meninggalkan rumah. Bahkan, Eko baru saja minum obat sebelum kejadian itu,” kata dia.

Kasatlantas Polresta Kompol Imam Syafi’i, mengimbau kepada warga yang memiliki anggota keluarga lanjut usia (lansia) agar tidak membiarkan pergi sendirian dari rumah naik sepeda motor. Anggota keluarga yang lebih muda bisa mengantarkan ke tempat tujuan untuk menghindari terjadinya lakalantas.