Generasi Muda Solo Getol Main Saham, Ini Sebabnya

Acara Seminar Ekonomi Digital dan Masa Depan Ekonomi Kita yang diselenggarakan oleh Solopos di STMIK Sinar Nusantara, Solo, Rabu (25/4 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
05 Agustus 2018 23:02 WIB Bayu Jatmiko Adi Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Investasi saham menjadi salah satu bentuk investasi yang banyak diakses kalangan muda. Modal yang terjangkau ditambah cara mengaksesnya yang sudah bisa dilakukan secara online dinilai menjadi faktor pendukungnya. 

Dengan uang Rp100.000, generasi muda sudah menjadi pemilik perusahaan. Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Solo, Muhammad Wira Adibrata, mengatakan seiring perkembangan zaman, pasar modal saat ini banyak didominasi oleh generasi milenial. Mengingat segala hal saat ini sudah berbasis teknologi.

Tokopedia

Begitu juga dengan perkembangan pasar modal. Dia mengatakan saat ini bursa efek telah mengalami beberapa transformasi. Di mana saat ini sudah mengarah ke online trading, akses secara online melalui gadget. 


"Bagi masyarakat yang lahir mulai 1980 saat ini sudah siap berinvestasi, dan hampir semua sudah menggunakan gadget," kata dia saat dihubungi solopos.com, Minggu (5/8/2018).

 

Muhammad melanjutkan, berinvestasi saham telah menjadi tren, termasuk di Solo. Sejak tiga tahun terakhir sudah banyak didominasi oleh kalangan muda, yaitu usia 20-38 tahun. 

Yang menarik menurutnya, berinvestasi saham juga tidak perlu modal besar. "Hanya dengan Rp50.000-Rp100.000 orang sudah bisa membeli saham, jadi cukup terjangkau bahkan untuk kalangan mahasiswa," kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan jumlah peminat pasar modal selalu meningkat sekitar 22% setiap tahun. Penambahan jumlah investor tersebut saat ini juga didominasi kalangan muda. 


Saat ini pihaknya serius menggencarkan program Sekolah Pasar Modal (SPM). Sasaran SPM adalah masyarakat umum yang berminat terjun di dunia pasar modal. Meski diakuinya untuk saat ini pesertanya juga lebih banyak dari kalangan muda. "Tapi intinya semua kani kover. Usia di atas 38 tahun pun kami terima untuk bergabung di SPM," kata dia. 

Pasar Modal, imbuh Wira, berfungsi sebagai jembatan bagi masyarakat untuk dapat menjadi bagian dari perusahaan. “Jangan hanya jadi konsumen saja. Tapi jadilah pemilik perusahaan dengan cara membeli sahamnya,” terang dia. 

Sebelumnya, pembelian saham sebagai salah satu bentuk investasi juga disampikan Reni K. Ashuri, selaku financial planner saat menghadiri acara di Novotel Solo belum lama ini. Menurutnya saham menjadi bentuk investasi yang bisa dijalankan untuk waktu jangka panjang.