Petani Karanganyar Uji Kesuburan Tanah

Petani menyerahkan tanah sawahnya untuk diuji kesuburannya dalam kegiatan Gebyar Pertanian Petroganik dan Phonska Plus di Lapangan Jati, Jaten, Karanganyar, Sabtu (4/8 - 2018). Uji tanah diperlukan guna mengetahui kesuburan tanah sebagai media tanaman pangan. (Ponco Suseno)
05 Agustus 2018 18:42 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR – Sejumlah petani antusias menguji kesuburan tanah pertanian di mobil pelayanan uji tanah milik PT Petrokimia Gresik di Jati, Jaten, Sabtu (4/8/2018). Melalui uji kesuburan tanah tersebut, diharapkan petani dapat memberikan pupuk secara efektif dan efisien ke lahan pertanian.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, mobil pelayanan uji tanah merupakan salah satu pelayanan guna menyemarakkan Gebyar Pertanian Petroganik dan Phonska Plus di Lapangan Jati, Jaten, Sabtu. Setiap petani yang ingin mengetahui kesuburan tanahnya diharapkan membawa tanah pertaniannya dalam kondisi basah.

Tokopedia

Selanjutnya, petugas uji tanah memeriksa tingkat keasaman dan unsur hara dari tanah pertanian yang dibawa petani itu. Kesuburan tanah dinilai perlu diketahui petani karena menjadi bagian terpenting saat menanam tanaman pangan.

Di awal kegiatan ini sudah ada sembilan petani yang berminat mengujikan kesuburan tanahnya ke kami. Rata-rata, keasaman tanahnya masih di kisaran 6,5-7 [kondisi tanah terbaik tingkat keasaman 6,5-7,5]. Hasil dari uji tanah ini dapat menentukan penggunaan pupuk lebih lanjut agar tanaman pertaniannya tumbuh maksimal. Kesuburan tanah itu kan mencakup kesuburan fisik, biologi, dan kimia. Semuanya perlu diketahui agar pemberian pupuk selalu berimbang,” kata petugas uji tanah dari PT Petrokimia Gresik, Musfik, saat ditemui Solopos.com, di sela-sela kegiatan itu.

Salah seorang petani asal Jati yang tertarik mengujikan kesuburan tanah pertaniannya, yakni Tulus, 52. Petani yang memiliki lahan pertanian seluas 4.500 meter persegi itu ingin mengetahui kesuburan tanah pertaniannya.

Dengan diuji seperti ini, saya bisa mengetahui kondisi tanah di lahan pertanian. Hasil uji tanah ini juga dapat memberikan informasi apakah keasaman tanah pertanian saya pas, unsur nitrogennya cukup, dan lain sebagainya. Ini terkait dengan pemberian pupuk yang pas juga. Jadi pemupukan tidak melulu ke satu jenis pupuk. Tapi didasarkan pada kebutuhan tanah dan tanaman pertanian itu sendiri,” katanya.

Manajer Pengelolaan Mitra Produksi PT Petrokimia Gresik, Andri Puji Handoyo, pemupukan berimbang dan pemanfaatan pupuk organik sangat penting dilakukan petani guna mengurangi residu pestisida di lahan pertanian.

Pola pikir petani saat ini cenderung suka menggunakan pupuk kimia. Kami berharap ke depan, para petani tertarik memaksimalkan pupuk organik. Penggunaan pupuk berimbang dalam satu hektare lahan pertanian itu, seperti 500 kilogram pupuk organik, 300 kilogram phonska, dan 200 kilogram pupuk urea,” katanya.