Arena Judi Puhpelem Wonogiri Digerebek, 10 Orang Ditangkap

Dua polisi mengecek 18 sepeda motor barang bukti perjudian di halaman Mapolres Wonogiri, Minggu (5/8 - 2018). (Solopos/Rudi Hartono)
05 Agustus 2018 17:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Polres Wonogiri menggerebek arena judi dadu di rumah warga Dusun Jati RT 001/RW 004, Sukorejo, Puhpelem, Wonogiri, Minggu (5/8/2018) pukul 01.00 WIB.

Polisi menangkap 10 orang terdiri atas dua bandar, satu kasir, dan tujuh pemasang. Belasan orang lainnya kabur.

Sebanyak 18 unit sepeda motor yang ditinggalkan di lokasi judi disita dan diangkut ke Mapolres Wonogiri. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya beking yang melindungi praktik ilegal itu.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP M. Kariri, kepada Solopos.com, Minggu, mengatakan semua orang yang ditangkap ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 303 KUHP tentang Perjudian dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun penjara.

Pada praktiknya judi dadu di Puhpelem tak hanya diikuti warga Wonogiri. Banyak dari mereka berasal dari Jawa Timur. Hal itu mengingat arena judi terletak di kawasan perbatasan Wonogiri-Magetan, Jawa Timur.

Saat penggerebekan, polisi menangkap tiga warga Magetan sebagai pemasang. Mereka meliputi Edi Sudarno, 38, warga Dusun Wonomulyo, Kecamatan Poncol; Sarino, 52, warga Dusun Poncol, Desa Poncol, Kecamatan Poncol; dan Widarto, 62, warga Dusun Sombo, Desa Sombo.

Tujuh tersangka lainnya tercatat sebagai warga Desa Tengger dan Sukorejo, Kecamatan Puhpelem. Mereka yakni Giman, 57, warga Krapyak, Tengger, sebagai bandar; Warni, 54, warga Genengrejo, Sukorejo sebagai pembantu bandar/kasir; dan Suyitno, 50, warga Dusun Sukorejo, sebagai bandar. Empat orang lainnya sebagai pemasang, yakni Suyadi, 47, warga Sayutan, Sukorejo; Robai, 27, warga Sayutan; Wadiran, 66, warga Genengrejo; dan Saidi, 76, warga Krapyak.

Menurut Kariri, arena perjudian tersebut berada di rumah Riyaman. Dia masih menjadi saksi. Tidak menutup kemungkinan Riyaman bisa menjadi tersangka jika terbukti menyediakan tempat.

Judi di rumah Riyaman berlangsung hampir setiap hari sejak sebulan terakhir. Judi dimulai pukul 22.00 WIB hingga pagi. Atas hal itu warga sekitar resah hingga akhirnya melapor polisi.

Aparat lalu menyelidiki. Setelah mendapat kepastian di rumah Riyaman sedang ada aktivitas judi, aparat Satreskrim menggerebek lokasi.

“Ada 10 personel yang menggerebek. Pejudi yang mengetahui kedatangan kami langsung lari tunggang langgang meninggalkan sepeda motor mereka di lokasi. Kami dapat menangkap 10 orang di antaranya,” ulas Kariri mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Robertho Pardede.

Saat menggerebek, polisi tak sampai menembakkan pistol untuk memberi peringatan. Polisi langsung merangsek masuk ke rumah Riyaman dan tidak ada yang melawan petugas. Karena keterbatasan jumlah personel, polisi tak dapat menangkap seluruh pejudi.

Saat ini penyidik masih mengembangkan penyidikan untuk menangkap pejudi yang kabur. Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya orang yang melindungi, meski dari hasil penyidikan sementara belum ditemukan adanya orang yang membekingi.

“Tidak menutup kemungkinan ada arena judi berskala besar lainnya di Wonogiri. Kami masih menyelidiki,” ucap Kariri.

Sementara itu, Camat Puhpelem, Jaiman, saat dihubungi Solopos.com untuk dimintai tanggapan terkait adanya tempat perjudian di wilayahnya tak menjawab telepon.