Kreteg Abang Solo Dibongkar, Akses Bibis Baru-Bibis Wetan Ditutup

Jembatan Bibis atau Kreteg Abang di Kelurahan Nusukan, Banjarsari, Solo. (Solopos/Dok)
06 Agustus 2018 17:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Akses penghubung Bibis Baru dan Bibis Wetan, Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, akan ditutup dan dialihkan menyusul segera dimulainya pembangunan Jembatan Bibis atau Kreteg Abang. Sesuai rencana, penutupan jembatan dilakukan mulai bulan ini.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Nur Basuki mengatakan Kreteg Abang akan dirobohkan dan dibangun ulang. “Pembongkaran struktur jembatan ini otomatis akan menutup akses jalan di sana,” kata Basuki ketika dijumpai wartawan di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018).

Tokopedia

Pembongkaran struktur jembatan menjadi tahapan awal pembangunan ulang jembatan Abang yang menghubungkan wilayah Bibis Baru dan Bibis Wetan. Saat ini Pemkot Solo tengah melelang proyek pembangunan jembatan tersebut.

Targetnya pertengahan Agustus, lelang pembangunan ulang Kreteg Abang rampung sehingga bisa segera dikerjakan. Proyek pembangunan ulang jembatan ini terpaksa dikerjakan secara bertahap karena ketersediaan anggaran tidak mencukupi untuk menuntaskan proyek tersebut di tahun ini.

Berdasarkan penghitungan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp19 miliar untuk membangun kembali jembatan itu. Namun saat ini baru tersedia anggaran Rp 10 miliar. Anggaran tersebut baru mencukupi untuk pembangunan konstruksi bagian bawah jembatan, seperti abutmen dan fondasi.

Tambahan anggaran sekitar Rp9 miliar bakal dialokasikan untuk penuntasan pembangunan jembatan di tahun depan. Penuntasan proyek itu khususnya di bagian atas jembatan, misalnya pengaspalan badan jembatan serta pemasangan girder.

Kreteg Abang dibangun kembali lantaran pilar jembatan terus bergeser sejak pertengahan 2017. Akibatnya kondisi jembatan retak dan ambles hingga 10 sentimeter.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas PUPR memasang portal dan sejumlah rambu pembatasan kendaraan yang melintas di jembatan tersebut. Kendaraan melintas dibatasi hanya kendaraan roda dua.

Hal ini dilakukan agar laju kerusakan jembatan tidak bertambah parah. Kekuatan jembatan terus menurun dengan bergesernya pilar bawah jembatan. “Nanti jembatan akan dibangun ulang dan kekuatannya juga akan ditingkatkan,” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Solo, Joko Supriyanto, mengatakan jembatan akan diperlebar guna mengakomodasi perkembangan wilayah sekitar. Sesuai rencana lebar jembatan didesain sembilan meter dari ukuran saat ini delapan meter.

“Badan jembatan akan dilebarkan satu meter dari kondisi sekarang delapan meter,” katanya.

Jembatan Abang atau Bibis tersebut akan dibangun dengan memiliki nilai arsitektur sehingga tidak hanya berfungsi sebagai jembatan, melainkan juga menjadi kawasan bernilai seni di Kota Solo.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Ari Wibowo menilai pelebaran badan Jembatan Bibis mendesak dilakukan untuk mengakomodasi arus lalu lintas di kawasan tersebut. Apalagi selama ini jembatan tersebut menjadi salah satu penghubung kawasan Solo utara dengan wilayah lain.

“Kami tengah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk pengalihan selama jembatan dibangun ulang,” katanya.