Asyik, Warga Boleh Bikin Acara di Plaza Balai Kota Solo

Suasana plaza Balai Kota Solo, Senin (6/8 - 2018). Warga bebas mengadakan berbagai acara di plaza ini asalkan bukan hajatan.
06 Agustus 2018 20:59 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Niatan Pemkot Solo menjadikan Balai Kota Solo sebagai area publik semakin dekat. Setelah sukses menggelar konser Harmoni Pasar Klewer di plaza Balai Kota, Jumat-Sabtu (3-4/8/2018), Pemkot akan menjadikan plaza tersebut untuk lokasi kegiatan konser maupun seni budaya. Kecuali hajatan, Pemkot melarangnya. Konser tersebut menampilkan penyanyi cantik Raisa sampai penyanyi dangdut hits Via Vallen

Hal itu disampaikan Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, kepada wartawan, Senin (6/8/2018). “Harmoni Pasar Klewer sukses, masyarakat juga mau menjaga keamanan dan kebersihan,” kata Rudy, sapaan akrabnya.

Tak ada alasan lagi bagi Pemkot Solo tidak membuka Balai Kota untuk kegiatan masyarakat, seperti konser musik, festival seni dan budaya, serta kegiatan lainnya. Kecuali, hajatan tidak diperbolehkan dilaksanakan  dengan memanfaatkan plaza Balai Kota. Plaza Balai Kota dibangun setelah air mancur yang semula berada di depan pusat pemerintahan Kota Solo itu dibongkar.

Dengan dibukanya akses Balai Kota, masyarakat bisa memanfaatkan berbagai kegiatan di halaman maupun di Pendhapi Gedhe. Penataan koridor pelataran Balai Kota Solo adalah upaya menjadikan kawasan tersebut untuk area publik. “Balai Kota Solo sudah kita tata ulang, dengan membangun plaza, halaman, dan pedestrian. Sekarang lebih terbuka dan bisa untuk kegiatan apa saja, kecuali hajatan tidak boleh,” katanya. 

Setelah Balai Kota, penataan akan dilanjutkan Pemkot di koridor JL. Jenderal Sudirman. Pemkot menyiapkan koridor Jenderal Sudirman menjadi kota lama. Konsep kota lama disiapkan dengan mengganti aspal Jalan Jenderal Sudirman dengan batu andesit. Nuansa kota lama juga selaras dengan keberadaan bangunan-bangunan di kawasan Jenderal Sudirman. Di antaranya kawasan Benteng Vastenburg, gedung lama Bank Indonesia (BI), Tugu Pamandengan, hingga Pasar Gede.

Menurutnya, kawasan Jl. Jenderal Sudirman bisa dijadikan kota lama. Apalagi di kawasan tersebut semua bangunannya adalah bangunan lama. Batu andesit cocok dipasang di badan jalan lantaran menimbulkan kesan alamiah. Rencananya penggantian aspal dengan batu andesit dimulai tahun ini dengan penggal Jl.  Jenderal Sudirman di sekitar Balai Kota menjadi lokasi pertama. “Batunya tidak mudah rusak juga tidak licin dan tetap aman dilalui kendaraan,” katanya.