Hari Ini Tes Seleksi Perdes Sragen, Ini Perincian Lokasinya

Ujian kompetensi perangkat desa di Gedung SMS Sragen, Selasa (10/4 - 2018). (Solopos/Tri Rahayu)
06 Agustus 2018 10:46 WIB Tri Rahayu Sragen Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Sekitar 3.400 orang pada Senin (6/8/2018) ini mengikuti tes seleksi perangkat desa (perdes) serentak Kabupaten Sragen. Namun, tidak semua peserta mengikuti tes di Bumi Sukowati.

Sebagian mengikuti tes di kampus perguruan tinggi yang diajak kerja sama sebagai pihak ketiga yang independen. Informasi yang diperoleh Solopos.com dari Bagian Pemerintahan Desa Setda Sragen, dari empat perguruan tinggi yang menjadi rekanan pemerintah desa dalam menyelenggarakan tes seleksi perdes itu, hanya satu yang menyelenggarakan tes di Sragen, yakni AUB Solo. Tes dilaksanakan di SMKN 2 Sragen dan SMKN 1 Kedawung.

Tiga perguruan tinggi lainnya yakni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menggelar tes di kampus kampus masing-masing.

Perinciannya, AUB Solo menyelenggarakan tes seleksi perdes untuk 126 desa, UGM 23 desa, UMS 25 desa, dan Undip 16 desa. Total penyelenggara tes perdes ada 190 desa.

Tadinya ada 192 desa dengan total 560 lowongan. Namun, dua desa yakni Desa Banyurip Kecamatan Jenar dan Desa Duyungan Kecamatan Sidoharjo tidak melakukan kerja sama dengan pihak ketiga.

Pengisian perangkat Desa Banyurip dan Duyungan dijadwalkan ulang tesnya karena kepala desa di dua desa itu tengah menunaikan ibadah haji. Tahapan pengisian perangkat desa di dua desa itu terhenti sampai tahapan penetapan calon peserta.

Sesuai rencana hasil tes seleksi perdes itu akan langsung diketahui sore ini juga. Kepala Bagian Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Suhariyanto, akan memonitor dan mengevaluasi pelaksanaan tes perdes tersebut.

Dia mengatakan kesiapan dan pelaksanaan tes menjadi tanggung jawab pihak ketiga yang diajak kerja sama oleh panitia desa. Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Kabupaten Sragen, Sutrisno, menyatakan FKKD sudah berkoordinasi dengan tim panitia tingkat desa agar memberi tahu para peserta terkait jadwal, tempat, dan waktunya.

“Peserta diimbau belajar dan berdoa. CAT [computer assisted test] diyakini lebih transparan dan terbuka sehingga jauh dari rekayasa pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab apalagi menjanjikan hal-hal yang tidak normatif. Harapannya perekrutan perangkat desa ini menghasilkan SDM yang profesional, kredibel, dan dapat mendukung jalannya pemerintahan yang tangguh, serba-IT dan komputerisasi,” imbuh Kades Gawan, Tanon, itu.