AMMDes Perlu Diberi Pelat Nomor atau Tidak?

Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Mahesa Wintor Distributor (KMWD), Sukiyat, mencoba alat mekanis multiguna perdesaan (AMMDes) di bengkel Kiat Motor Klaten, Senin (6/8/2018).(Solopos - Taufiq Sidik Prakoso)
06 Agustus 2018 20:10 WIB Taufik Sidik Prakoso Klaten Share :

Solopos.com, KLATEN – Sukiyat menuturkan alat mekanis multiguna perdesaan (AMMDes) Kiat Mahesa Wintor (KMW) sudah didaftarkan paten. Sementara, izin pengoperasian kendaraan masih menunggu perizinan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sukiyat menjelaskan masih ada tarik ulur soal kriteria AMMDes.

Apakah perlu dikasih pelat nomor atau tidak? Itu masih menjadi perbincangan di pusat. Ini bukan mobil tetapi masuk kriteria alat,” katanya, saat ditemui Solopos.com, Senin (6/8/2018).

AMMDes diproduksi oleh PT KMWI. Perusahaan itu merupakan hasil joint venture PT Velasto Indonesia, Anak Usaha PT Astra Autoparts Tbk, dengan PT Kiat Inovasi Indonesia. Rencananya, AMMDes diproduksi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat dan Klaten.

Di Klaten, produksi AMMDes bakal memanfaatkan dua bengkel Kiat Motor di Desa Kradenan, Kecamatan Trucuk serta tepi jalan raya Solo-Jogja, Desa Mlese, Kecamatan Ceper.

Bengkel di Ceper dimanfaatkan untuk membuat bodi mobil sementara bengkel di Trucuk bakal dimanfaatkan untuk perakitan. Ditargetkan, dari dua bengkel itu bisa memproduksi 18.000 unit per tahun jika tempat produksi beroperasi selama 24 jam.