Asale Nangsri dari Seorang Wanita Cantik Bernama Sri

Pengendara melintas di batas Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, belum lama ini. (Solopos/Ponco Suseno)
06 Agustus 2018 09:00 WIB Ponco Suseno Karanganyar Share :

Solopos.com, KARANGANYAR -- Pemberian nama desa kadang tak lepas dari legenda atau cerita turun-temurun yang berkembang di desa setempat. Asal mula nama Desa Nangsri, Kecamatan Kebakkramat, Karanganyar, salah satunya.

Nangsri merupakan satu desa dari 10 desa di Kebakkramat. Selain Nangsri, beberapa desa di Kebakkramat, yakni Alastuwo, Banjarharjo, Kaliwuluh, Kebak, Kemiri, Macanan, Malanggaten, Pulosari, dan Waru.

Sesuai cerita turun-temurun yang berkembang di tengah masyarakat, pemberian nama Nangsri berawal dari keberadaan seorang wanita cantik yang masih memiliki kekerabatan dengan Keraton Solo. Wanita cantik tersebut bernama Sri.

Konon di zaman dahulu, Sri juga biasa dipanggil dengan sebutan jeng alias panggilan untuk anak perempuan. Lama-lama panggilan jeng itu berubah menjadi neng.

Selanjutnya, Neng menyatu dengan nama Sri. Dari dua kata itu menjadi Nengsri. Seiring berjalannya waktu, Nengsri menjadi Nangsri. Hingga saat ini, Nangsri menjadi nama desa yang warganya mengandalkan hasil pertanian dan home industry itu.

“Guyonan warga di sini, warga di Nangsri keturunan wanita cantik yang masih kerabat keraton. Sampai sekarang cerita yang berkembang seperti itu. Tapi hingga sekarang, cerita itu belum dibukukan,” kata Kepala Seksi (Kasi) Kebayanan Nangsri, Mustakim, kepada Solopos.com, Juli lalu.

Nangsri memiliki 6.000-an penduduk yang tersebar di enam dusun, yakni Nangsri Kidul, Nangsri Lor, Gedangan, Nayan, Nglaroh, dan Kebak Jetis. Warga Nangsri hidup guyub rukun dengan selalu mengedepankan semangat gotong royong.

Warga Nangsri memiliki semangat kerja tinggi sehingga banyak warga di Nangsri yang hidup mandiri. “Warga di sini banyak yang kreatif. Di setiap dusun ada home industry,” katanya.

Terkait di bidang pertanian, Pemerintah Desa (Pemdes) Nangsri berencana memperbaiki Bendungan di Nangsri Kidul. Sesuai rencana, bendungan itu akan difungsikan guna mendukung saluran irigasi dan pengembangan objek wisata di Nangsri.

“Nantinya dibentuk badan usaha milik [BUM] desa juga di sini. Pembangunan di sini juga baik. Total pendapatan Pemdes Nangsri senilai Rp2,3 miliar. Dana itu digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.