Usulan Relokasi Korban Longsor Tirtomoyo Wonogiri Dicoret

ilustrasi longsor. (Solopos/Dok)
06 Agustus 2018 20:15 WIB Rudi Hartono Wonogiri Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Badan Anggaran (Banggar) II DPRD Wonogiri mencoret anggaran sekitar Rp30,94 miliar untuk lima proyek yang diusulkan Pemkab dalam RAPBD 2019. Anggaran tersebut dinilai bisa membebani APBD.

Data yang diperoleh Solopos.com dari Sekretariat DPRD, Senin (6/8/2018), berdasar hasil rapat Banggar II belum lama ini diketahui anggaran yang dicoret meliputi Rp15 miliar untuk pembangunan gedung rawat jalan RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso, anggaran Rp13,29 miliar untuk pengadaan tanah relokasi korban bencana di Tirtomoyo dan Manyaran, dan dana Rp1,2 miliar untuk pengembangan ternak kambing jawa randu.

Tokopedia

Dua mata anggaran lainnya yang dicoret, yakni Rp1,75 miliar untuk pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) dan Rp300 juta untuk proses pendataan, verifikasi, dan validasi data penerima bantuan iuran (PBI) BPJS.

Hasil rapat Banggar disampaikan saat Rapat Paripurna Persetujuan Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD 2018 dan KUA PPAS APBD 2019, Jumat (3/8/2018). Dalam rapat itu DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menyetujui hasil rapat Banggar.

Ketua Banggar yang juga Ketua DPRD Wonogiri, Setyo Sukarno, kepada Solopos.com, Senin, menyampaikan anggaran dihapus berdasar kesepakatan legislatif dan eksekutif. Alasannya, anggaran yang diusulkan membebani APBD.

Politikus PDIP itu menilai anggaran tersebut cukup besar. Sementara pendapatan daerah terbatas.

“Anggaran yang diusulkan tentu harus disesuaikan kemampuan keuangan daerah. Setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya anggaran untuk sejumlah kegiatan itu dihapus,” kata Setyo.

Dia melanjutkan anggaran sejumlah proyek tersebut muncul saat pembahasan Rancangan KUA PPAS APBD 2019 di tingkat Komisi. Dia mencontohkan anggaran untuk pembangunan gedung rawat jalan di RSUD.

Anggaran itu sebelumnya memang sudah masuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), tetapi belum masuk Rancangan KUA PPAS. Dalam rapat pembahasan di Komisi anggaran muncul. Kemudian dibahas lagi di tingkat Banggar II.

Sementara itu, Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri, Setyarini, tak mempermasalahkan dihapusnya anggaran pembangunan gedung rawat jalan. Dia meyakini proyek tersebut tetap bisa realisasikan tahun depan menggunakan Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeuprov) Jawa Tengah.

Menurut dia, Bupati Joko Sutopo sudah menyampaikan bakal mengupayakan mencari dana dari bankeuprov. Langkah itu diambil karena pembangunan gedung rawat jalan merupakan proyek prioritas 2019 untuk meningkatkan pelayanan. Rencananya gedung dibangun tiga lantai di belakang gedung poliklinik.

“RSUD belum punya ruang kemoterapi, apotek rawat jalan, rekam medik, dan penanganan pasien thalasemia. Pasien kemoterapi di Wonogiri ada ratusan orang, kalau thalesemia puluhan orang. Selama ini pasien kemoterapi dirujuk ke RS lain. Gedung rawat jalan itu nanti untuk ruang-ruang pelayanan tersebut. Kalau RSUD sudah punya ruang, pasien tak perlu dirujuk lagi,” terang Setyarini.

Sebagaimana diinformasikan, warga di sejumlah wilayah Kecamatan Tirtomoyo kehilangan tempat tinggal karena longsor saat musim hujan lalu. Sementara masih banyak warga lainnya yang tinggal di daerah rawan longsor yang setiap musim penghujan selalu waswas dan mengungsi jika turun hujan deras dalam waktu lama.

Mereka berharap bantuan dari Pemkab Wonogiri untuk relokasi ke tempat yang aman dan bebas dari bahaya longsor.