Pemkot Solo Alokasikan Rp1 Miliar untuk Penerimaan CPNS

Ilustrasi tes CPNS. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
07 Agustus 2018 08:30 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tetap mengalokasikan anggaran Rp1 miliar untuk biaya seleksi rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 meski hingga kini belum jelas kapan atau bagaimana perekrutan itu akan dilakukan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Solo Rakhmat Sutomo menyatakan anggaran tersebut harus disiapkan kendati waktu pendaftaran CPNS belum ada kejelasan.

Tokopedia

“Jadi anggaran untuk membuka lowongan CASN [calon aparatur sipil negara atau CPNS] tetap kami ajukan di APBD Perubahan [APBD-P] tahun ini sekitar Rp1 miliar,” kata Rakhmat ketika berbincang dengan wartawan, Minggu (5/8/2018).

Pemerintah berencana membuka perekrutan CPNS tahun ini. Berbagai persiapan dilakukan termasuk dari sisi penganggaran meskipun belum ada kejelasan waktunya. Anggaran diajukan senilai Rp1 miliar berdasarkan asumsi kuota yang diajukan sebanyak 694 formasi.

Formasi ini terdiri atas tenaga pendidik, kesehatan, serta infrastruktur. Selain itu 85 lowongan khusus untuk pemain Wayang Orang Sriwedari. Jumlah formasi tersebut diprediksi diperebutkan sekitar 15.000 orang.

“Anggaran Rp1 miliar yang diajukan sempat dipertanyakan Badan Anggaran DPRD karena memang belum jelas kapan CASN dibuka," katanya.

Namun demikian, Pemkot berkukuh anggaran tersebut disediakan sebab jika sampai seleksi CPNS dibuka dan Pemkot belum ada anggaran otomatis tak bisa dilaksanakan. Pemkot pun siap bertanggung jawab apabila anggaran tidak terpakai dan dianggap tidak cermat dalam melaksanakan program.

“Tidak apa-apa [dianggap tidak cermat]. Kalau ada perekrutan CASN siapa mau bertanggung jawab karena belum dianggarkan?” kata mantan Asisten Administrasi Umum Setda Solo itu.

Rahmat mengaku masih menunggu kabar dari pemerintah pusat terkait perekrutan CPNS tahun ini. Tak hanya itu, Rakhmat juga belum bisa memastikan apakah kuota 694 tersebut akan dikabulkan semua atau hanya sebagian.

Namun yang jelas Kota Solo termasuk salah satu daerah yang akan membuka rekrutmen CPNS. Sesuai rencana pendaftaran CPNS dilaksanakan terpusat, di mana Kota Solo dan Kabupaten Sragen bakal menjadi lokasi alternatif pelaksanaan tes untuk wilayah Soloraya.

Tes CPNS akan memakai sistem Computer Assisted Test (CAT) sehingga terpantau dengan sistem komputerisasi. Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo mengatakan rekrutmen CPNS mendesak direalisasikan.

Saat ini Pemkot kekurangan hingga 2.000 aparatur sipil negara. Kekurangan itu terjadi lantaran kebijakan moratorium perekrutan CPNS sejak 2014 lalu dan banyaknya PNS yang pensiun. Rata-rata setiap tahun jumlah PNS pensiun mencapai 400-500 orang.

Menurutnya, terus berkurangnya ASN dan tidak diikuti dengan perekrutan pegawai otomatis berdampak pada pelayanan yang tidak maksimal. Rudy sapaan akrabnya menilai kebijakan moratorium CASN oleh pemerintah pusat merugikan pemerintah daerah.

“Pemerintah pusat tidak tahu kondisi di daerah, mestinya tidak dipukul rata,” katanya.

Sementara ini guna mengatasi kekurangan ASN, Pemkot terus membuka peluang bagi para pegawai luar daerah yang ingin mengajukan mutasi ke Kota Solo. Pemkot tidak akan mempersulit bagi para pegawai tersebut, asalkan mereka merupakan ASN dari tenaga teknis, kesehatan, dan guru.

Upaya lain dengan memenuhi kebutuhan pegawai, Pemkot mengangkat tenaga kontrak dengan perjanjian kerja (TKPK). “Satu-satunya jalan yang paling cepat ya dengan itu [menerima mutasi pegawai dari luar kota]. Kalau TKPK hanya membantu saja,” katanya.