Buatan Tangan, Ornamen Flyover Manahan Dijamin Solo Banget

Pengendara melintas di Jl. dr. Moewardi sisi barat lokasi proyek pembangunan flyover Manahan Solo, Minggu (29/4 - 2018) siang. (Solopos/Irawan Sapto Adhi)
07 Agustus 2018 08:15 WIB Indah Septiyaning Wardhani Solo Share :

Solopos.com, SOLO -- Ornamen berkarakter khas Solo bakal menghiasi dinding-dinding flyover (jalan layang) Manahan. Saat ini, Pemkot tengah mencari masukan dari kalangan budayawan dan akademisi untuk mencari desain ornamen yang tepat.

Kepala Bidang (Kabid) Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Solo Nur Basuki mengungkapkan dinding flyover Manahan sepanjang 1.500 meter bakal diberi sentuhan ornamen khusus yang menandakan karakter khas Solo. Ornamen itu bisa berupa tokoh pewayangan atau lainnya, yang jelas berkarakter Jawa Solo.

“Ada tiga sisi dinding yang akan diberi sentuhan ornamen itu, yakni utara, timur, dan barat,” ungkap dia ketika dijumpai wartawan, Minggu (5/8/2018).

Sentuhan ornamen di masing-masing bagian akan dibuat berbeda satu sama lain. Sisi utara yaitu berada di sekitar Manahan, sentuhan ornamennya akan disesuaikan dengan bangunan-bangunan di sana.

Sementara di sisi timur dan barat, yakni sekitar Hotel Agas akan dibuat berbeda juga. Guna mendapatkan desain ornamen yang dinilai cocok dengan karakter Solo, Pemkot Solo tengah meminta masukan dari kalangan budayawan dan akademisi. Targetnya masukan desain tersebut diterima akhir bulan ini.

“Kami akan melaksanakan FGD [forum grup discussion] agar menerima masukan dari mana-mana,” kata dia.

Konsep sentuhan ornamen pada dinding flyover Manahan saat ini terus dimatangkan. Yang jelas seluruh ornamen merupakan buatan tangan dan bukan pabrikasi. Lelang pengerjaannya sedang disiapkan sambil menunggu pematangan konsep ornamen.

Rencananya Pemkot mulai mengerjakan ornamen tersebut saat pembangunan jalan layang telah mencapai 60 persen dari seluruh target proyek. “Kami menyiapkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar. Tidak hanya untuk itu [ornamen] tapi finishing jalan layang,” katanya.

Selain memasang ornamen, Pemkot Solo juga harus mengerjakan proyek tahap akhir (finishing) jalan layang Manahan, di antaranya pembongkaran median Jl. Adisucipto dan lain sebagainya. Namun demikian, pembongkaran median jalan akan melihat kondisi pembangunan flyover selesai dibangun pada Oktober nanti. “Nanti kita lihat dulu kondisinya,” katanya.

Sebelumnya proyek pendamping pembangunan flyover Manahan telah dikerjakan tahun lalu. Pemkot mengerjakan peningkatan drainase Jl. Dr. Moewardi dengan anggaran Rp4,45 miliar. Penataan drainase dan jalur pedestrian ini dikerjakan dari Masjid Kotabarat sampai perlintasan sebidang Manahan.

“Sejauh ini proyek flyover on progress. Tinggal menunggu selesai pembangunannya, targetnya Oktober nanti,” katanya.