Solopos Hari Ini: Soroti Program Bukan Nama

Harian Umum Solopos edisi Selasa (7/8 - 2018).
07 Agustus 2018 11:30 WIB Ginanjar Saputra Solo Share :

Solopos.com, SOLO — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengingatkan masyarakat dan partai politik (parpol) tidak hanya terpaku gencarnya nama-nama calon presiden (capres) atau calon wakil presiden (cawapres), namun fokus kepada kebijakan strategis. Hal itu disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Haedar datang ke Istana untuk mendampingi jajaran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi). "[Kami] menyampaikan enam poin yang disampaikan ke Bapak Presiden. Ketika banyak orang bicara tentang orang, kami ingin bicara tentang masa depan, tentang substansi," ujar dia.

Tokopedia

Kabar tentang kunjungan ketua umum PP Muhammadiyah ke Istana Kepresidenan itu menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini, Selasa (7/8/2018). Berita utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini tersebut dapat disimak secara lengkap di: E-Paper Solopos.

Selain itu, ada pula kabar kekalahan Persis Solo di laga lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2018 yang menjadi sorotan utama pada Harian Umum Solopos edisi hari ini. Persis Solo kalah dari Persita Tangerang pada laga lanjutan Liga 2 Indonesia musim 2018.

Sinyal Bahaya Laskar Sambernyawa

Kegagalan Persis Solo mempertahankan Chandra Waskito harus dibayar mahal. Pemain yang akrab dipanggil Kito tersebut justru menjadi pembunuh bagi mantan klubnya saat berlaga di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Senin (6/8/2018).

Lewat kreasi serangan ke gawang Persis Solo, Kito yang kini membela Persita Tangerang membuktikan diri layak menempati formasi inti. Selama bergabung dengan Persis Solo, Kito termasuk kurang mendapat menit bermain. Hal itulah yang menjadi salah satu alasan Kito hijrah ke Persita Tangerang, pekan lalu.

Simak selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Sedangkan di halaman Soloraya pada Harian Umum Solopos edisi hari ini ada kabar terbaru tentang mobil pedesaan asal Klaten. Penataan PKL di Jl. K.H. Masykur dan Jl. Ki Hajar Dewantara Solo juga menjadi sorotan utama di halaman Soloraya.

75 AMMDes Siap Diuji

Alat mekanis multiguna perdesaan (AMMDes) Kiat Mahesa Wintor (KMW) sudah diproduksi sebanyak 75 unit. Puluhan unit kendaraan itu bakal disebar ke berbagai kabupaten untuk diujicobakan.

Presiden Komisaris PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Mahesa Wintor Distributor (KMWD), Sukiyat, mengatakan produksi puluhan unit AMMDes itu dibuat di Cikarang, Jawa Barat. Rencananya, puluhan AMMDes itu dikirim ke berbagai wilayah di Indonesia.

Baca selengkapnya di: E-Paper Solopos.

Masih Ada yang Bertahan, Disdag Beri Kesempatan

Sejumlah PKL di Jl. K.H. Masykur dan Jl. Ki Hajar Dewantara nekat tak mengindahkan instruksi Dinas Perdagangan (Disdag) Solo untuk membongkar lapak ilegal mereka paling lambat pada Minggu (5/7).

Berdasarkan pantauan Espos, Senin (5/7) siang, ada belasan lapak atau bangunan di seputaran Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo yang masih dimanfaatkan oleh warga baik untuk berjualan maupun tempat tinggal.

Baca secara lengkap di: E-Paper Solopos.